Sejumlah pelaku pasar modal asal Jawa Timur menyatakan tetap optimistis terhadap peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari ke depan, meski indeks sempat terkoreksi tajam. Mereka menilai fundamental ekonomi domestik masih kokoh sehingga membuka ruang bagi IHSG untuk kembali naik.
Founder Profit Community, Mahdi Kherid, mengatakan koreksi yang terjadi tidak mengubah keyakinannya terhadap kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyebut data makro dan kinerja sektor usaha utama menjadi penopang yang dapat menjaga pergerakan IHSG. “Karena ekonomi kita fundamental-nya kuat, sebagai pelaku pasar modal, kami yakin IHSG akan semakin menguat kembali,” ujar Mahdi dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (3/2/2026).
Mahdi juga menilai respons pemerintah dan otoritas pasar terhadap tekanan di pasar menunjukkan adanya langkah strategis untuk menahan tekanan lebih dalam. Ia menyoroti pengisian posisi kosong di pucuk pimpinan regulator. “Akan ada tindakan strategis, seperti Kepala dan Wakil OJK yang mundur sudah terisi,” katanya merujuk pada pengisian posisi strategis di lembaga pengawas pasar modal.
Di komunitasnya, Mahdi menyebut sebagian pelaku pasar sempat panik, namun mayoritas tetap menunjukkan sentimen positif. Ia melihat penurunan harga sebagai peluang. “Saat turun waktunya beli saham, jadi kita selalu santai dan optimis saja,” imbuhnya.
Optimisme serupa disampaikan Hasan, seorang trader pasar modal kelahiran Lawang, Kabupaten Malang. Menurutnya, dari sisi teknikal mulai terlihat peluang rebound jangka pendek, terutama jika dukungan fundamental ekonomi tetap positif. “Secara teknikal, momentum pembalikan arah bisa terjadi kalau pembeli mulai masuk lagi pada level-level support penting,” ujar Hasan.
Hasan menambahkan volatilitas tinggi dapat membuka peluang bagi investor yang mampu membaca pola pasar. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi pasar masih bergejolak sehingga pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dengan hati-hati.
Di sisi lain, volatilitas yang masih tinggi menjadi catatan penting bagi investor. Kejatuhan IHSG belakangan ini juga dikaitkan dengan mundurnya empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan lalu yang sempat membuat pasar gelisah.
Meski OJK dan BEI telah menetapkan pejabat pengganti dan dikabarkan akan bertemu pihak MSCI, IHSG pada pagi hari ini disebut masih belum mampu bangkit. Kondisi itu ditengarai terkait rencana Danantara masuk ke BEI, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Airlangga Hartarto pekan lalu.
Analis pasar modal sekaligus founder Traderindo, Wahyu Laksono, menilai langkah pemerintah masih diuji oleh sentimen global, terutama terkait tenggat waktu dari MSCI. “Pasar masih cemas jelang deadline MSCI. Isu ancaman turun kelas IHSG. Jadi sentimen langkah-langkah pemerintah belum cukup meyakinkan investor,” kata Wahyu.
Investor diimbau terus mencermati data ekonomi terbaru, arah kebijakan pemerintah, serta dinamika global yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG ke depan.

