Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kantor Pengawasan dan Pemberantasan Perdagangan Orang Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Rachel Poynter, melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada 20–23 Januari. Kunjungan ini menegaskan komitmen Amerika Serikat dan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi perdagangan orang yang kian kompleks dan bersifat lintas negara.
Selama berada di Indonesia, Poynter menggelar serangkaian pertemuan dengan pejabat senior pemerintah Indonesia serta perwakilan masyarakat sipil. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi bilateral dalam menangani perdagangan orang, yang dinilai masih menjadi tantangan serius bagi kedua negara.
Dalam pembahasan, sejumlah isu menjadi perhatian bersama, mulai dari penipuan daring yang menjerat korban lintas negara, praktik kerja paksa di sektor industri perikanan, hingga perdagangan seks yang melibatkan jaringan internasional. Isu-isu ini dinilai membutuhkan pendekatan terpadu antara pemerintah, penegak hukum, dan organisasi masyarakat sipil.
Poynter juga menyinggung Laporan Perdagangan Orang (Trafficking in Persons Report) 2025 yang dirilis Departemen Luar Negeri AS. Laporan tersebut memuat rekomendasi bagi tiap negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat penuntutan terhadap pelaku, meningkatkan perlindungan korban, serta mendorong langkah pencegahan yang lebih efektif.
Dalam pertemuan itu, Poynter menekankan pentingnya pertukaran informasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan perlindungan menyeluruh bagi korban. Ia menilai perdagangan orang tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan ekonomi di kawasan.
Pemerintah Indonesia menyambut positif kunjungan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas upaya yang telah dilakukan dalam pemberantasan perdagangan orang. Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan nasional, penegakan hukum, serta kerja sama internasional dalam menghadapi kejahatan lintas batas.

