Pasar saham Vietnam melemah pada penutupan sesi perdagangan pagi 23 Maret, dengan tekanan jual terlihat di sejumlah sektor. VN-Index turun 34,24 poin ke level 1.613,57 atau melemah 2,08% dibandingkan sesi pekan sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada HNX-Index yang turun 4,10 poin menjadi 239,36 (-1,68%), serta UPCoM-Index yang turun 1,27 poin menjadi 122,47 (-1,01%).
Tekanan paling terasa muncul pada sektor jasa keuangan. Sejumlah saham mencatat penurunan tajam, antara lain SSI (-4,08%), VIX (-4,31%), VCI (-3,22%), VND (-4,23%), HCM (-3,66%), dan MBS (-3,81%).
Di sektor real estat, pelemahan juga terjadi pada beberapa saham besar seperti VHM (-6,1%), VPI (-2,24%), KBC (-5,34%), VIC (-1,56%), dan VRE (-5,35%).
Sektor minyak dan gas turut didominasi pelemahan, termasuk PVD (-2,04%), PTV (-2,9%), POS (-3,66%), OIL (-4,29%), dan TOS (-5,02%). Saham PLX turun 2,34%, sementara GAS menjadi pengecualian dengan kenaikan 0,98%.
Tren serupa terlihat pada kelompok kimia, dengan DGC (-0,36%), GVR (-5,2%), CSV (-5,23%), DDV (-3,91%), dan BFC (-5,23%). Di sisi lain, DCM dan DPM masing-masing naik 2,41% dan 1,04%.
Kelompok barang dan jasa industri juga melemah cukup dalam, dengan penurunan pada GEX (-5,35%), GMD (-5,05%), HAH (-4,87%), GEE (-4,59%), dan ACV (-4,01%).
Berdasarkan statistik kelompok VN30, sebanyak 23 saham turun, 6 saham naik, dan 1 saham kembali ke harga acuan. Likuiditas pasar tercatat lebih dari 13.515,438 miliar VND dengan hampir 504.000 saham diperdagangkan.
Dari sisi teknikal, analis Pinetree Securities Joint Stock Company menilai VN-Index pada akhir perdagangan pekan lalu kembali menguji area dasar jangka pendek sesi 9 Maret dan menyentuh level support pada rata-rata pergerakan 200 hari di 1.647 poin. Namun, mereka menilai area support tersebut berpeluang ditembus pada awal pekan berikutnya seiring tekanan jual yang kuat pada saham-saham unggulan di akhir sesi Jumat.
Dalam skenario dasar, Pinetree memperkirakan VN-Index dapat kembali ke kisaran 1.570–1.580 poin sebelum terjadi rebound teknis pada pertengahan pekan berikutnya, seiring aksi beli investor di titik terendah. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian eksternal, investor disarankan menghindari pembelian baru pada sektor berisiko tinggi seperti perbankan dan sekuritas, serta memanfaatkan pemulihan teknis untuk merestrukturisasi portofolio. Pinetree juga menyebut perdagangan jangka pendek sebaiknya dilakukan dengan bobot moderat pada saham berfundamental kuat, seperti pupuk, minyak dan gas, atau energi.
Sementara itu, analis Asean Securities Company mencatat VN-Index membentuk candlestick merah pada grafik mingguan. Likuiditas pasar juga disebut sedikit menurun, yang dinilai mencerminkan sikap investor yang lebih berhati-hati. Menurut mereka, indeks berpotensi terus berfluktuasi dan masih mungkin mengalami koreksi lebih lanjut dalam jangka pendek.
Untuk strategi jangka pendek, Asean Securities menilai investor dengan posisi kas besar dapat mencairkan dana secara bertahap saat terjadi fluktuasi pasar, dengan memprioritaskan saham yang sedang dalam tren dan menunjukkan peluang keuntungan jangka pendek pada grafik teknikal, termasuk dari sektor real estat, perbankan, sekuritas, serta ritel-barang konsumsi. Adapun untuk pendekatan investasi jangka panjang buy-and-hold, mereka menyarankan fokus pada saham-saham unggulan di industrinya masing-masing dengan prospek pertumbuhan laba hingga 2026.