Pasar obligasi global mengalami guncangan setelah biaya pinjaman di Jepang melonjak hingga mencetak rekor tertinggi. Pergerakan tersebut memicu tekanan di pasar dan ikut merembet ke sejumlah pasar obligasi utama.
Gejolak ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kecemasan investor terhadap ketegangan yang terkait dengan Greenland, yang turut memperburuk sentimen di pasar.

