BERITA TERKINI
Pasar Modal Syariah Bidik Kenaikan Investor Aktif ke 30 Persen pada 2026

Pasar Modal Syariah Bidik Kenaikan Investor Aktif ke 30 Persen pada 2026

Jumlah investor saham di pasar modal syariah dalam lima tahun terakhir tercatat mencapai 217.157 investor, atau tumbuh 28,2 persen. Namun, dari total tersebut, investor yang aktif bertransaksi masih sekitar 20 persen, yakni 43.135 investor.

Wakil Direktur Pasar Modal Syariah, Irwan Abdalloh, mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan porsi investor aktif dari 20 persen menjadi 30 persen pada 2026. Menurutnya, peningkatan investor aktif dinilai penting karena berpotensi mendorong kenaikan transaksi. “Yang kita targetkan adalah jumlah investor aktifnya, karena kami percaya semakin banyak investor aktif semakin naik transaksinya,” kata Irwan dalam edukasi wartawan pasar modal, Kamis, 26 Februari 2026.

Irwan menyampaikan, nilai transaksi investor syariah hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp11,2 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024, tetapi belum melampaui nilai transaksi pada 2021. “Bahkan pada masa pandemi Covid nilai transaksinya lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Untuk mendorong kenaikan investor aktif sebesar 10 persen, Irwan menilai diperlukan langkah yang signifikan. Upaya utama yang disiapkan adalah program-program yang menyasar investor yang sudah memiliki rekening agar lebih aktif bertransaksi. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan insentif melalui jalur komunitas serta kerja sama dengan investor yang telah berhasil. “Upaya yang utama adalah membuat sejumlah program yang menyasar pada investor yang sudah memiliki rekening agar aktif betransaksi. Kita juga kasih insentif, lewat jalur komunitas atau bekerja sama dengan investor-investor sudah berhasil,” kata Irwan.

Dengan strategi tersebut, pasar modal syariah berharap target kenaikan investor aktif menjadi 30 persen dapat tercapai pada 2026. Irwan menambahkan, kenaikan investor aktif diharapkan ikut mendorong nilai transaksi menjadi Rp13 triliun, atau setidaknya menyamai periode pandemi Covid sebesar Rp12,5 triliun.

Sepanjang 2025, volume transaksi saham syariah tercatat sebanyak 30,6 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,7 juta kali transaksi.

Di sisi kinerja indeks, Indeks Saham Syariah disebut naik 43,1 persen pada 2025. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan IHSG yang naik 22,1 persen pada periode yang sama.

Adapun lima sektor industri dengan jumlah saham terbesar berasal dari sektor barang konsumen non primer, barang konsumen primer, barang baku, energi, serta properti dan real estate.