Pasar kripto pada Kamis (22/1/2026) bergerak menguat dan kembali masuk zona hijau. Penguatan ini terjadi seiring meredanya tekanan global setelah Amerika Serikat membatalkan rencana tarif Greenland terhadap Eropa, yang turut memicu perbaikan sentimen risiko di pasar.
Di tengah sentimen yang membaik, Bitcoin sempat menembus level US$90.000 setelah pengumuman pembatalan tarif tersebut. Kenaikan juga diikuti sejumlah altcoin utama, termasuk Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL).
Selain aset berkapitalisasi besar, beberapa altcoin mencatat lonjakan lebih tajam, mengindikasikan kembalinya minat risiko investor. ROSE dilaporkan melonjak 31% dan mencapai harga US$0,02109. Token GUN naik 14% ke US$0,03315, sementara ALCH menguat 22% ke level US$0,112734.
Di sisi lain, pasar juga menyoroti perkembangan terkait Ethereum. Disebutkan adanya pembahasan RUU kripto baru yang dinilai dapat memangkas hambatan regulasi bagi Ethereum. Dalam pergerakannya, ETH disebut berkonsolidasi pada rentang US$2.800–US$3.400 dalam tren menurun, dengan level US$3.000 dinilai menahan momentum turun sekaligus membatasi tekanan jual.
Sementara itu, Axie Infinity (AXS) turut menjadi perhatian karena dilaporkan pulih tajam di tengah kekhawatiran pasar. Pemulihan AXS dikaitkan dengan kebangkitan tren GameFi, serta dorongan likuiditas dari trader Korea melalui Upbit. Meski demikian, tingginya saldo bursa dan bunga berjangka disebut menjadi peringatan potensi pembalikan tren.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Konten ini bersifat informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual.

