PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), produsen alat kesehatan, membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan perseroan naik 9,43% menjadi Rp2,06 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan meningkat 6,69% dari Rp1,26 triliun pada 2024 menjadi Rp1,34 triliun pada 2025. Dengan demikian, laba bruto naik 14,97% menjadi Rp717,49 miliar, dari sebelumnya Rp624,02 miliar.
Dari sisi beban operasional, beban penjualan dan pemasaran tercatat naik menjadi Rp183,31 miliar pada 2025 dari Rp151,16 miliar pada 2024. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp143,28 miliar dari Rp124,38 miliar. Secara total, beban usaha naik 18,5% menjadi Rp326,59 miliar pada 2025, dibandingkan Rp275,54 miliar pada 2024.
Dengan perubahan tersebut, laba usaha perseroan naik 12,17% menjadi Rp390,89 miliar pada 2025 dari Rp348,47 miliar pada 2024. Penghasilan keuangan meningkat menjadi Rp63,40 miliar dari Rp57 miliar, sementara beban keuangan turun menjadi Rp17,87 miliar dari Rp20,22 miliar.
OMED mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik 14% menjadi Rp366,94 miliar pada 2025, dibandingkan Rp321,67 miliar pada 2024. Laba per saham dasar dan dilusi meningkat menjadi Rp13,57 dari Rp11,89.
Pada posisi keuangan, ekuitas perseroan naik 10% menjadi Rp2,75 triliun pada 2025 dari Rp2,49 triliun pada 2024. Total liabilitas bertambah 35,04% menjadi Rp445,07 miliar dari Rp329,64 miliar. Total aset naik 13,18% menjadi Rp3,19 triliun pada 2025 dari Rp2,82 triliun pada 2024. Kas dan setara kas tercatat Rp1,27 triliun pada 2025, meningkat dari Rp1,22 triliun pada 2024.
Di sisi aksi korporasi, perseroan sebelumnya mengumumkan pembagian dividen tunai yang disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2025 di Surabaya. Dalam rapat tersebut, OMED memutuskan membagikan dividen sebesar Rp3,57 per saham dengan nilai total Rp96,6 miliar, yang berasal dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp324 miliar.
Masih dalam rangkaian keputusan RUPST, pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp5 miliar. Program buyback dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2025 hingga 27 Juni 2026, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan serta mendukung rencana program kepemilikan saham oleh karyawan (employee share ownership).
Presiden Direktur OMED, Dra. Herlien Sri Ariani, menyampaikan optimisme terhadap prospek industri alat kesehatan di Indonesia. Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebutuhan fasilitas medis menjadi pendorong pertumbuhan bisnis ke depan.
Di bidang operasional, perseroan menyebut telah mengoperasikan teknologi sterilisasi electron beam (E-Beam) yang mampu mensterilkan produk dalam waktu kurang dari satu menit. OMED juga melaporkan penguatan kemitraan internasional, termasuk dengan Fresenius-Kabi dari Jerman serta mitra bisnis dari Jepang, Prancis, dan India, untuk memperluas distribusi di pasar domestik dan global.