BERITA TERKINI
OJK Waspadai Tiga Jalur Dampak Konflik Iran terhadap Sektor Keuangan Indonesia

OJK Waspadai Tiga Jalur Dampak Konflik Iran terhadap Sektor Keuangan Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati potensi dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran terhadap sektor jasa keuangan di Indonesia. Pejabat Sementara Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut ada tiga jalur transmisi utama yang berpotensi memengaruhi stabilitas dan dinamika pasar.

Pertama, OJK menyoroti risiko kenaikan harga minyak, termasuk kemungkinan dampak apabila penutupan Selat Hormuz terjadi dan berlangsung berkepanjangan. Friderica menyampaikan sekitar 30% pasokan dunia melewati jalur tersebut. Selain minyak, OJK juga mengantisipasi dampak pada LNG. Menurutnya, lonjakan harga energi dapat meningkatkan inflasi global dan berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral di dalam negeri.

Kedua, OJK menilai perlu mencermati potensi pengetatan yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, OJK juga melihat adanya potensi persaingan memperebutkan dana-dana besar. Karena itu, Friderica menekankan pentingnya memastikan kesiapan domestik agar mampu menghadapi eksposur global.

Ketiga, OJK menggarisbawahi peningkatan ketidakpastian yang dapat memicu fenomena flight to quality. Dalam situasi tersebut, pasar negara berkembang dituntut menjaga integritas serta tata kelola yang kredibel agar tetap menarik aliran modal asing.

OJK menyatakan akan terus mereformasi struktur sektor keuangan Indonesia. OJK bersama self-regulatory organization (SRO) juga menyiapkan serangkaian kebijakan yang dapat diterapkan apabila diperlukan, khususnya untuk merespons fluktuasi pasar.

Selain itu, OJK meminta lembaga jasa keuangan (LJK) untuk terus melakukan pemantauan atas potensi dampak, termasuk memperkuat manajemen risiko melalui stress testing dalam berbagai skenario. OJK juga menekankan perlunya sinergi yang baik di antara anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar koordinasi tetap erat.