BERITA TERKINI
LPS Perluas Edukasi Keuangan ke Desa di NTB untuk Dukung Program Desa Berdaya

LPS Perluas Edukasi Keuangan ke Desa di NTB untuk Dukung Program Desa Berdaya

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan komitmennya memperluas jangkauan edukasi dan literasi keuangan hingga tingkat pedesaan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Upaya ini dilakukan melalui sinergi bersama Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendukung program Desa Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengatakan program kerja LPS selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mentransformasi desa melalui kategori transformatif dan tematik. Menurutnya, empat lembaga yang tergabung dalam Forum KSSK—Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPS, dan Kementerian Keuangan—telah sepakat mendukung program Desa Berdaya, dengan salah satu pilar utama berupa kegiatan literasi serta sosial kemasyarakatan.

Selain menyasar masyarakat umum, LPS juga memfokuskan dukungan pada peningkatan kapabilitas pendamping desa. Bambang menilai pendamping desa memerlukan penguatan kapasitas agar mampu mengawal program pemberdayaan secara berkelanjutan. Untuk memastikan efektivitas, LPS bersama anggota KSSK lainnya berencana memilih satu atau dua lokasi sebagai proyek percontohan.

“Kami ingin ada alat ukur yang jelas. Jadi, sebelum dan sesudah kami berikan dukungan, hasilnya harus terlihat nyata. Kami akan identifikasi apa kebutuhan pengembangan di lokasi tersebut,” kata Bambang, Rabu (4/3).

Dalam rangkaian kegiatan selama dua hari di Pulau Lombok, LPS menyambangi Dusun Selampang di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, serta Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Bekerja sama dengan Rumah Zakat, LPS mengemas edukasi keuangan dengan pendekatan yang disebut humanis dan interaktif.

Bambang menjelaskan, kegiatan tersebut turut dibalut nuansa Ramadan, seperti buka puasa bersama dan pemberian santunan bagi anak yatim, namun tetap menempatkan edukasi sebagai prioritas. Materi pengenalan tugas dan fungsi LPS disampaikan melalui metode interaktif, termasuk permainan dan kuis, dengan tema yang mengombinasikan pengetahuan agama dan pengenalan lembaga keuangan.

Pemilihan lokasi di pelosok desa, menurut Bambang, didasarkan pada pertimbangan bersama mitra lapangan yang menilai wilayah tersebut membutuhkan penguatan literasi keuangan sekaligus bantuan sosial. Dalam kegiatan di dua kabupaten itu, LPS menyiapkan kuota sekitar 200 peserta di tiap lokasi, disertai penyaluran ratusan paket bingkisan lebaran serta bantuan alat sekolah bagi siswa yang kurang beruntung.

Melalui kegiatan tersebut, LPS berharap masyarakat desa tidak hanya memperoleh bantuan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mulai memahami fungsi penjaminan simpanan dan pentingnya stabilitas sistem keuangan sejak dini.