BERITA TERKINI
OJK Tetapkan Tiga Prioritas Kebijakan 2026: Perkuat Ketahanan Sektor Keuangan hingga Pendalaman Pasar

OJK Tetapkan Tiga Prioritas Kebijakan 2026: Perkuat Ketahanan Sektor Keuangan hingga Pendalaman Pasar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya menjaga ketahanan sektor jasa keuangan (SJK) agar tetap stabil dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Memasuki 2026, OJK menetapkan tiga prioritas kebijakan utama yang berfokus pada penguatan ketahanan sektor keuangan, pengembangan ekosistem jasa keuangan yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan penguatan keuangan berkelanjutan.

"Kondisi fundamental perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan masih sangat solid dan menjadi modalitas penting untuk keberlanjutan ke depan," ujar Friderica, Sabtu (7/2).

Pada prioritas pertama, OJK akan memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan melalui pemenuhan modal minimum lembaga jasa keuangan, pengembangan industri keuangan syariah, serta peningkatan tata kelola dan manajemen risiko, termasuk mitigasi risiko siber.

Dalam kerangka penguatan tersebut, OJK juga menyiapkan reformasi integritas pasar modal dengan membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal. Reformasi ini mencakup delapan langkah strategis, di antaranya peningkatan ketentuan free float saham menjadi 15 persen, pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO), serta peningkatan transparansi kepemilikan saham.

Prioritas kedua diarahkan pada pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan agar lebih kontributif terhadap perekonomian. Upaya ini ditempuh melalui deregulasi perizinan, perluasan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dukungan pembiayaan terhadap program prioritas pemerintah.

Selain itu, OJK mendorong pengembangan ekosistem bulion dan instrumen keuangan berbasis emas sebagai bagian dari penguatan hilirisasi industri nasional.

Sementara itu, prioritas ketiga difokuskan pada pendalaman pasar keuangan. Langkah yang disiapkan mencakup peningkatan peran investor institusi domestik, penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan.