PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) merilis laporan keuangan terbaru yang mencatat lonjakan laba sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika industri properti. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp92,21 miliar, naik sekitar 165 persen dibandingkan Rp34,81 miliar pada 2024.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi beban operasional. Dari sisi pendapatan, RISE mencatat Rp410,72 miliar pada 2025, tumbuh 12,35 persen secara tahunan dari Rp365,59 miliar.
Presiden Direktur RISE Budi Agusti menyatakan capaian kinerja tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan. “Pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat,” ujarnya pada Jumat, 27 Maret 2026.
Pertumbuhan pendapatan disebut didorong oleh peningkatan kontribusi penjualan properti, khususnya dari segmen apartemen. Penjualan apartemen tercatat tumbuh 155 persen secara tahunan, dengan kontribusi terhadap total pendapatan meningkat menjadi 37 persen dari 16 persen pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, kontribusi segmen perhotelan turun menjadi 44 persen dari 60 persen pada tahun sebelumnya, seiring pengetatan aktivitas oleh pemerintah. Dari struktur bisnis, segmen pengembangan real estat masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 54 persen atau Rp220,9 miliar. Perseroan juga menyebut segmen perkantoran dan hospitality mulai memberikan kontribusi lebih stabil sebagai sumber pendapatan berulang di tengah pemulihan aktivitas ekonomi.
Manajemen menyatakan akan tetap fokus pada proyek dengan daya serap pasar yang kuat serta mempercepat monetisasi proyek untuk menjaga arus kas. Selain itu, peningkatan kontribusi pendapatan berulang juga menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan kinerja.
“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang,” kata Budi.
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk merupakan pengembang properti terintegrasi yang berfokus pada residensial, komersial, kawasan industri, serta proyek mixed-use di berbagai kota di Indonesia. Perusahaan ini melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2018 dengan kode saham RISE.
Pada penutupan perdagangan 26 Maret 2026, saham RISE berada di level 2.030 per lembar. Dalam tiga bulan terakhir, saham tersebut tercatat melemah setelah sebelumnya berada di kisaran 7.725 per lembar.