BERITA TERKINI
OJK Kepri Paparkan Kinerja Industri Jasa Keuangan 2025 dalam Media Gathering Ramadan 2026 di Batam

OJK Kepri Paparkan Kinerja Industri Jasa Keuangan 2025 dalam Media Gathering Ramadan 2026 di Batam

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Media Gathering dan buka puasa bersama insan pers di Kantor OJK Kepri, Batam, Selasa (3/3/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga waktu berbuka puasa.

Acara diawali dengan sesi foto bersama wartawan dengan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya beserta jajaran deputi. Selanjutnya, OJK memaparkan materi bertajuk Overview Industri Jasa Keuangan Tahun 2025 dan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.

Dalam pemaparannya, Sinar Danandjaya menyampaikan stabilitas sektor jasa keuangan di Kepulauan Riau tetap terjaga dan kinerja intermediasi dinilai kontributif, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang disebut semakin solid.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 tercatat 6,94% (c-to-c), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional 5,11%. Capaian tersebut disebut menjadi fondasi bagi ekspansi industri jasa keuangan di wilayah Kepulauan Riau.

Untuk sektor perbankan, OJK menyampaikan total aset bank umum di Kepulauan Riau mencapai Rp181,74 triliun atau tumbuh 13,74% (yoy). Penyaluran kredit meningkat 25,85% (yoy) menjadi Rp99,55 triliun, dengan posisi Kepri berada di peringkat kedua nasional dan tertinggi di Sumatera. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,20% menjadi Rp105,82 triliun, sementara rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) naik ke 94,07% yang mencerminkan optimalisasi fungsi intermediasi.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,34%. Sementara itu, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) juga disebut menguat, dengan pertumbuhan aset 17,07% (yoy), kredit tumbuh 14,67%, serta NPL terjaga di level 5,12%.

Di sektor pasar modal, nilai transaksi saham di Kepulauan Riau dilaporkan melonjak 255,87% (yoy) menjadi Rp7,39 triliun. OJK juga menyebut sektor pergadaian, asuransi, dan perusahaan pembiayaan mencatat pertumbuhan aset, premi, serta pembiayaan, dengan rasio risiko yang dinilai masih dalam batas aman.

Sepanjang 2025, OJK Kepri melaksanakan 87 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 145 ribu peserta. Pada periode yang sama, OJK memproses 817 pengaduan konsumen, dengan mayoritas berasal dari sektor fintech, sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen.

Memasuki Ramadan 2026, OJK menginisiasi program nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK SYARIAH) 2026 bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah.” Di Kepulauan Riau, program ini diimplementasikan melalui kegiatan business matching pembiayaan syariah di One Batam Mall pada 3 Maret 2026 dan di Gedung Dekranasda Tanjungpinang pada 7 Maret 2026.

OJK juga berpartisipasi dalam Kepri Ramadan Fair pada 2–9 Maret 2026 dengan menghadirkan armada SiMOLEK untuk layanan literasi dan konsultasi keuangan. Selain itu, edukasi literasi dan inklusi keuangan syariah dijadwalkan berlangsung di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.

Ke depan, OJK Provinsi Kepulauan Riau menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan pembiayaan sektor strategis dan UMKM, memperluas inklusi keuangan konvensional dan syariah, serta memperkuat perlindungan konsumen guna menjaga kepercayaan publik.