Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah berencana mempercepat reformasi pasar modal Indonesia melalui delapan rencana aksi. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kondisi pasar, terutama dari sisi likuiditas, transparansi, serta kepercayaan investor.
Dalam rencana tersebut, OJK dan Pemerintah menempatkan peningkatan likuiditas sebagai salah satu sasaran utama agar aktivitas transaksi di pasar modal lebih aktif dan efisien. Selain itu, penguatan transparansi juga menjadi fokus untuk memastikan informasi yang tersedia di pasar dapat diakses dan dipahami dengan lebih baik.
Reformasi yang disiapkan juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya kepercayaan investor. Dengan kombinasi upaya peningkatan likuiditas dan transparansi, OJK dan Pemerintah menargetkan pasar modal yang lebih kredibel dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan serta investasi di Indonesia.
Delapan rencana aksi tersebut menjadi kerangka kerja yang akan digunakan dalam proses reformasi pasar modal ke depan, dengan tujuan menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan menarik bagi pelaku pasar.

