Netflix mengubah struktur penawarannya untuk mengakuisisi bisnis studio dan streaming milik Warner Bros Discovery (WBD) menjadi tunai penuh, tanpa menaikkan nilai total penawaran yang tetap sebesar US$82,7 miliar. Perubahan ini disebut mendapat dukungan bulat dari dewan direksi Warner Bros Discovery, pemilik HBO.
Langkah tersebut diambil untuk menutup peluang upaya pesaing, Paramount, yang juga mengincar aset Warner Bros karena kepemilikan studio film dan televisi, perpustakaan konten yang luas, serta waralaba besar seperti “Game of Thrones,” “Harry Potter,” dan para superhero DC Comics seperti Batman dan Superman.
Warner Bros Discovery sebelumnya menolak tawaran Paramount yang dipimpin David Ellison, meski pihak itu disebut telah mengubah persyaratan dan melakukan kampanye media untuk meyakinkan pemegang saham bahwa penawarannya lebih unggul.
Berdasarkan perjanjian yang direvisi, Netflix akan membayar US$27,75 per saham secara tunai kepada pemegang saham Warner Bros Discovery untuk studio film dan televisi, perpustakaan konten, serta layanan streaming HBO Max. Skema ini menggantikan rencana sebelumnya yang menggabungkan pembayaran tunai dan saham. Informasi tersebut diungkapkan melalui dokumen pengajuan regulator pada Selasa.
Reaksi pasar pada perdagangan prapasar menunjukkan saham Netflix naik 0,7%. Saham Paramount turun 1%, sementara saham Warner Bros Discovery relatif tidak berubah.
Dalam dokumen yang sama, Warner Bros Discovery menyatakan pembayaran tunai tetap dari perusahaan dengan peringkat kredit investment grade memberikan kepastian nilai dan likuiditas bagi pemegang saham segera setelah penutupan merger.
Netflix sebelumnya menawarkan US$23,25 tunai dan US$4,50 dalam saham Netflix. Namun, saham Netflix telah turun hampir 15% sejak pengumuman merger pada 5 Desember dan ditutup pada US$88 per saham pada Jumat lalu, di bawah harga dasar US$97,91 dari penawaran awal. Penurunan ini menjadi bagian dari argumen Paramount bahwa penawarannya lebih menarik.
Dewan Warner Bros Discovery juga memaparkan penilaiannya terhadap Discovery Global, spin-off yang direncanakan berisi aset televisi termasuk CNN, TNT Sports, serta layanan streaming Discovery+. Dewan menyebut kesepakatan dengan Netflix lebih unggul dibanding tawaran tunai US$30 per saham dari Paramount Skydance karena investor Warner Bros Discovery akan tetap memiliki kepemilikan di Discovery Global yang diperdagangkan secara terpisah.
Penasihat Warner Bros Discovery menggunakan tiga pendekatan untuk menilai Discovery Global. Nilai terendah yang dihasilkan adalah US$1,33 per saham dengan menerapkan satu nilai untuk seluruh perusahaan, sementara batas atas kisaran penilaian mencapai US$6,86 per saham jika spin-off tersebut terlibat dalam kesepakatan di masa depan.
Paramount menyatakan spin-off kabel yang menjadi bagian inti dari penawaran raksasa streaming itu pada dasarnya tidak bernilai. Penawar pesaing tersebut juga mengajukan gugatan ke pengadilan pada 12 Januari untuk mempercepat pengungkapan informasi agar investor dapat mengevaluasi penawaran yang bersaing. Namun, hakim pengadilan Delaware menolak permintaan itu dengan alasan Paramount gagal menunjukkan adanya kerugian yang tidak dapat diperbaiki akibat dugaan pengungkapan yang tidak memadai terkait bisnis TV kabel Warner Bros Discovery.
Warner Bros Discovery menegaskan kembali alasan penolakannya terhadap tawaran Paramount, dengan menyatakan penawaran tunai US$30 per saham tidak memadai setelah mempertimbangkan harga serta berbagai risiko, biaya, dan ketidakpastian. Perusahaan juga menilai kesepakatan dengan Netflix memiliki tingkat leverage lebih rendah, dengan rasio leverage di bawah empat, dibanding sekitar tujuh jika bergabung dengan Paramount.
Selain itu, Netflix disebut memiliki peringkat kredit investment grade, sementara obligasi Paramount berada pada level junk menurut S&P dan berpotensi menghadapi tekanan lebih lanjut, sebagaimana disampaikan Warner Bros Discovery dalam pengajuannya.

