BERITA TERKINI
Neta Alihkan Layanan Purnajual ke Pihak Ketiga di Tengah Restrukturisasi Hozon Auto

Neta Alihkan Layanan Purnajual ke Pihak Ketiga di Tengah Restrukturisasi Hozon Auto

Neta Auto menyatakan tetap bertanggung jawab atas layanan purnajual (after sales) bagi pemilik mobil listriknya di Indonesia, di tengah proses restrukturisasi Hozon Auto selaku perusahaan prinsipal di Tiongkok yang belum rampung.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @netaindonesia pada Kamis (22/1/2026), Neta Indonesia mengumumkan penanganan layanan purnajual diserahkan kepada pihak ketiga, yakni Otoklix dengan cakupan di seluruh kota di Indonesia serta ANMA Mobil yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari No.44, Poris Plawad Indah, Cipondoh, Kota Tangerang.

Perusahaan juga menyebutkan jaringan layanan penjualan dan purnajual resmi lainnya akan terus bertambah ke depan.

Menjawab kekhawatiran konsumen terkait ketersediaan suku cadang dan garansi, Neta Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap memenuhi hak pelanggan. Manajemen Neta menyatakan memiliki stok suku cadang yang cukup dan tidak akan melakukan penyesuaian kebijakan, serta akan terus memenuhi semua ketentuan garansi.

Hozon Auto diketahui menghadapi tekanan akibat krisis finansial dan penurunan penjualan di pasar global, termasuk di Thailand dan Indonesia, yang terjadi sejak 2024 dan memburuk memasuki 2025. Kondisi tersebut turut berdampak pada operasional Neta di Indonesia.

Neta Indonesia menyampaikan restrukturisasi yang dijalani perusahaan induk saat ini berjalan sesuai rencana. Sesuai peraturan yang berlaku, Hozon diharapkan menyelesaikan restrukturisasi pada pertengahan 2026. Neta Indonesia menyatakan akan tetap melayani pemilik mobil di Indonesia setelah proses tersebut, dengan “tampilan baru”.

Meski menegaskan akan tetap berada di pasar otomotif nasional, Neta Indonesia tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian operasional selama restrukturisasi berlangsung. Perusahaan menyebut penyesuaian dapat mencakup jaringan dealer dan lini produk pada 2026, serta menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami sebagian pemilik kendaraan.