Multikulturalisme di Perth Wildcats tidak hanya terlihat dari komposisi tim di lapangan, tetapi juga terasa kuat di balik layar. Di dalam struktur klub sehari-hari, staf dari beragam latar belakang membawa pengalaman hidup, budaya, dan perspektif yang ikut membentuk cara organisasi bekerja dan membangun kebersamaan.
Chief Operating Officer (COO) Wildcats sekaligus General Manager Operasi Bola Basket, Danny Mills, menyebut rencana penyelenggaraan Pertandingan Multikultural sebagai kelanjutan yang alami dari identitas klub. Menurutnya, keberagaman pemain dan staf menjadi alasan penting bagi Wildcats untuk memberi ruang pengakuan terhadap latar belakang masing-masing.
“Ini adalah inisiatif yang sangat penting bagi klub,” kata Mills. Ia menekankan bahwa orang-orang di dalam Wildcats berasal dari berbagai negara, baik lahir di tempat berbeda maupun dibesarkan dalam budaya yang berbeda, sehingga pengakuan terhadap hal itu menjadi bagian dari nilai organisasi.
Mills juga melihat keberagaman sebagai kekuatan dalam era bola basket yang semakin global. Ia menggambarkan bagaimana orang-orang dari berbagai penjuru dunia datang ke Perth dengan tujuan yang sama: berusaha meraih gelar bersama Perth Wildcats sekaligus memberi dampak di komunitas.
Keberagaman itu tercermin di jajaran staf, termasuk ilmuwan olahraga Wildcats, Luciana Perez, yang lahir dan besar di Argentina. Perez menggambarkan negaranya sebagai tempat yang lekat dengan olahraga dan memiliki perpaduan budaya Eropa, terutama Spanyol dan Italia, dengan karakter yang penuh semangat dan emosi. Ia juga menekankan pentingnya keluarga dan teman dalam kehidupan sehari-hari, yang ia sebut sebagai bagian dari identitasnya.
Bagi Perez, bola basket memiliki tempat khusus dalam budaya Argentina, sesuatu yang ia rasakan sejak kecil. Ia menyinggung pencapaian Argentina meraih medali emas Olimpiade serta sosok Manu Ginóbili sebagai pemain yang paling dikenal. Dalam pekerjaannya, Perez merasa dapat menyatukan ketertarikannya pada olahraga dan ilmu pengetahuan.
“Saya menyukai olahraga sebagai pemain, tapi juga ilmu olahraga,” katanya. Ia menyebut menikmati sisi klinis dan penelitian yang menyertai pekerjaan di lapangan.
Asisten pelatih Perth Wildcats, Harun Young, juga membawa pengalaman lintas budaya yang membentuk cara pandangnya sejak dini. Lahir di Phoenix, Arizona, Young pindah ke Kuwait pada usia enam tahun dan tinggal di sana selama enam tahun, sebelum kemudian menetap di Auckland, Selandia Baru, selama dua dekade berikutnya.
“Itu adalah pengalaman yang luar biasa sebagai seorang anak,” kata Young. Ia menyebut proses mengenal budaya berbeda dan melihat bagaimana kehidupan dijalankan di tempat lain sebagai landasan yang unik.
Dalam kehidupan pribadinya, budaya juga hadir kuat melalui tradisi keluarga. Young mencontohkan kebiasaan berkumpul pada hari Minggu, dengan makanan dan pertemuan keluarga sebagai cara menjaga hubungan. “Hubungan itu penting,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Komersial Wildcats, Sam Fotu, menempatkan budaya dan representasi sebagai bagian penting dari perannya. Lahir di Auckland dari orang tua asal Tonga, Fotu tumbuh dalam keluarga Polinesia yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian.
Ia mengatakan bahwa secara tradisional rugbi kerap menjadi jalur utama bagi orang Polinesia. Ketika ia mulai bermain bola basket, menurutnya belum banyak pemain dengan latar belakang Tonga atau Samoa. Namun, Fotu menilai situasi itu kini berubah dan menjadi hal yang penting untuk generasi berikutnya.
“Sekarang Anda melihat begitu banyak penduduk pulau yang bermain bola basket dan merasa nyaman melakukannya,” kata Fotu. Bagi anak-anak dan keluarganya, perubahan itu menunjukkan adanya pilihan lain.
Bekerja di kantor depan Wildcats, Fotu juga menyadari perannya sebagai teladan. Ia menilai banyak orang berlatar belakang Polinesia kerap melihat jalur atlet sebagai satu-satunya pilihan, sehingga ia ingin menunjukkan bahwa ada peran lain di industri olahraga dan cara lain membangun karier.
Mills menilai pengalaman hidup para staf memperjelas mengapa inisiatif seperti Pertandingan Multikultural dan tradisi sepanjang musim memiliki makna. Ia mencontohkan bagaimana klub tetap merayakan Thanksgiving sebagai bentuk memberi kenyamanan bagi pemain.
Menurut Mills, momen seperti itu penting bagi pemain yang menghabiskan waktu lama jauh dari keluarga. Ia mengatakan klub juga mengundang staf dalam pengaturan tersebut agar mereka memahami arti tradisi bagi para pemain yang berada di Perth selama enam atau tujuh bulan. Bagi Mills, hal itu menjadi cara organisasi menyampaikan penghargaan terhadap individu dan asal-usul mereka.
“Ketika Anda menyatukan semua itu,” kata Mills, “ini akan menjadi yang terbaik dari dunia yang berbeda.” Ia menyebut pendekatan tersebut membantu pemain merasa betah, membantu staf saling memahami, dan memperkuat budaya organisasi.
Saat Wildcats bersiap menjadi tuan rumah Pertandingan Multikultural perdana klub, perhatian tidak hanya tertuju pada apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga pada pengakuan terhadap orang-orang dan kisah yang membentuk klub setiap hari. Mills mengatakan inisiatif itu akan terus berkembang dan menjadi sesuatu yang dibanggakan Wildcats.

