BERITA TERKINI
Muhadi Setyabudi: Dari Pinjaman Rp50 Ribu hingga Memimpin Ratusan Unit Usaha

Muhadi Setyabudi: Dari Pinjaman Rp50 Ribu hingga Memimpin Ratusan Unit Usaha

BREBES — Nama H. Muhadi Setyabudi, warga Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belakangan kerap diperbincangkan karena perjalanan usahanya yang disebut berangkat dari keterbatasan. Ia kini dikenal sebagai CEO PT Dedy Jaya Grup dan dikisahkan mengelola ratusan unit bisnis dengan nilai aset yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

Muhadi menceritakan, perjalanan tersebut bermula pada era 1990-an ketika ia berhenti bekerja sebagai kondektur bus dan sempat menganggur. Dalam kondisi itu, ia memutuskan memulai usaha dengan meminjam modal Rp50.000. Ia menyebut jika nilai tersebut disetarakan saat ini berkisar Rp2 juta. Modal itu digunakannya untuk merintis usaha pertama sebagai penjual bambu.

“Dulu, kami hanya punya semangat dan doa. Modal 50 ribu itu kami putar dengan sangat hati-hati untuk jualan bambu. Istri saya adalah pilar yang paling kuat saat saya hampir menyerah,” ujar Muhadi saat ditemui dalam acara ramah tamah di Grand Dian Hotel Guci, Tegal, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia juga menyinggung soal isu miring yang sempat muncul seiring peningkatan kekayaannya. Sebagian orang menuduhnya menempuh jalan instan seperti “pesugihan”. Menanggapi hal itu, Muhadi menegaskan bahwa yang ia maksud sebagai “pesugihan” adalah perpaduan kerja keras dan kekuatan spiritual.

“Kalau ditanya kuncinya apa, kuncinya adalah perjuangan suami istri yang saling menguatkan. Kami tidak pernah bosan memohon kepada Illahi. Doa dan kerja keras adalah kombinasi yang tidak akan mengkhianati hasil. Tidak ada cara instan, semuanya adalah proses panjang yang berdarah-darah,” katanya.

Dalam kisahnya, Muhadi juga menyebut pernah menerima penghargaan Upakarti pada 1992 dan kembali menerimanya pada 1994 langsung dari Presiden RI atas kontribusinya dalam ekonomi kerakyatan. Sejumlah tokoh masyarakat dan pengusaha muda kemudian menjulukinya sebagai “Bapak Inspirator Bisnis”.

Azmi Asmuni Majid, tokoh masyarakat sekaligus akademisi Brebes, menyatakan Muhadi layak menjadi teladan. “Sosok Bapak Muhadi patut dicontoh, beliau layak disebut sebagai ‘Bapak Inspirator Bisnis’ dengan kegigihannya beliau mampu membuktikan menjadi milyader. Dan kisah perjuangannya menurut kami bisa dibukukan untuk inspiratif anak-anak muda ke depan,” ujar Azmi.

Di sisi lain, Muhadi digambarkan tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat, termasuk memberikan bantuan sosial dan berbagi pengetahuan bisnis kepada pemuda di desanya. Ia juga disebut memfasilitasi acara ramah tamah bersama LSM dan wartawan, yang digelar di Grand Dian Hotel Guci Tegal—yang disebut sebagai salah satu aset miliknya.

Muhadi menyatakan komitmennya untuk terus membuka lapangan kerja melalui unit-unit usaha yang dikelolanya, sembari memegang prinsip hidup: semakin tinggi pohon, semakin kuat akar harus menghujam bumi.