BERITA TERKINI
MotoGP Berlakukan Aturan Baru 2026: Pembalap Dilarang Menyalakan Mesin Setelah Jatuh

MotoGP Berlakukan Aturan Baru 2026: Pembalap Dilarang Menyalakan Mesin Setelah Jatuh

MotoGP akan menerapkan regulasi baru mulai musim 2026 yang melarang pembalap menyalakan kembali mesin motor setelah terjatuh di lintasan. Kebijakan ini diperkirakan memengaruhi strategi balap sekaligus memperketat aspek keselamatan.

Dalam aturan tersebut, motor yang mesinnya mati akibat insiden jatuh harus dievakuasi terlebih dahulu ke service road sebelum bisa dihidupkan kembali. Dampaknya, pembalap hampir pasti kehilangan banyak waktu dan berpotensi kehilangan peluang finis maupun meraih poin dalam satu seri balapan.

Sejumlah pembalap papan atas menyatakan dukungan. Marc Marquez menilai aturan itu sebagai langkah paling aman untuk mengurangi risiko kecelakaan lanjutan. “Saya setuju, karena pada akhirnya ini cara yang paling aman,” kata Marquez, dikutip dari Crash, Minggu (25/1/2026). Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang ia baca, aturan tersebut hanya berlaku jika mesin motor mati. “Jadi kalau jatuh ringan dan mesin tidak mati, kamu masih bisa kembali ke lintasan,” ujarnya.

Pembalap Ducati itu juga menilai regulasi baru memberi kejelasan bagi marshal saat bertugas. Marquez mengingat pengalaman pada GP Motegi musim lalu, ketika motornya nyaris terjatuh kembali akibat proses evakuasi yang berlangsung terburu-buru. “Memang kadang akan sulit bagi marshal, tapi jika aturannya jelas, ‘kalau motor mati, tidak boleh kembali’, maka semuanya menjadi lebih jelas. Ini lebih baik untuk semua,” ucapnya.

Juara dunia bertahan Francesco Bagnaia turut menyambut positif perubahan tersebut. Menurut Bagnaia, keselamatan pembalap harus menjadi prioritas meski aturan baru berpotensi merugikan secara kompetitif. “Ini perubahan yang bagus untuk keselamatan,” ujar Bagnaia sembari bercanda, “jujur saja, saya tidak pernah seberuntung Marc, motor saya selalu rusak saat jatuh.”

Bagnaia menilai regulasi ini secara tidak langsung menuntut pembalap memiliki kemampuan ekstra untuk menjaga mesin tetap menyala ketika terjatuh, kemampuan yang selama ini kerap terlihat pada Marquez. “Saya harus lebih kuat memegang motor. Itu sesuatu yang perlu dipelajari, karena Marc jelas punya kemampuan luar biasa. Di Jerez musim lalu dia jatuh dan masih bisa lanjut balapan,” tutur Bagnaia.

Namun, upaya mempertahankan mesin tetap hidup saat motor terjatuh juga dinilai menyimpan risiko cedera yang lebih besar bagi pembalap. Dari sisi teknis, perubahan ini diperkirakan mendorong tim pabrikan mengembangkan sistem anti-stall yang lebih andal untuk meminimalkan kemungkinan mesin mati saat terjadi benturan.

Dengan regulasi tersebut, MotoGP 2026 diprediksi tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menguji kecermatan dan pengambilan keputusan pembalap dalam situasi krusial demi menjaga peluang di klasemen kejuaraan.