BERITA TERKINI
Money20/20 Asia 2026 Digelar di Bangkok, Soroti Peralihan Fintech dari Infrastruktur ke Dampak Kemanusiaan

Money20/20 Asia 2026 Digelar di Bangkok, Soroti Peralihan Fintech dari Infrastruktur ke Dampak Kemanusiaan

Money20/20, ajang fintech terbesar dunia, mengumumkan agenda resmi penyelenggaraan Money20/20 Asia 2026 yang akan berlangsung pada 21–23 April 2026 di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand. Acara ini dijadwalkan mempertemukan ribuan pemimpin industri, inovator, regulator, dan investor dari Asia serta berbagai negara lainnya.

Mengusung tema “From Infrastructure to Impact Where Technology Meets Humanity”, Money20/20 Asia 2026 menegaskan pergeseran fokus industri teknologi keuangan, dari penekanan pada inovasi teknis menuju penciptaan dampak nyata bagi masyarakat dan komunitas.

Agenda konferensi akan menyoroti sejumlah isu strategis, termasuk pengembangan infrastruktur cerdas untuk sistem keuangan yang inklusif, pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM), orkestrasi ekosistem lokal di berbagai pasar Asia, solusi layanan keuangan hingga lapisan pengguna terakhir (last-mile), serta konvergensi antara keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi.

Sejumlah tokoh dijadwalkan menjadi pembicara utama, di antaranya Peng Ooi Goh (Founder & Executive Chairman Silverlake Group), Sridhar Narayanan (Distinguished Engineer dan CTO IBM Payments Center), Kelvin Tan (CEO audax Singapore), Fozia Amanulla (CEO Boost Bank Malaysia), Rob Schimek (Group CEO Bolttech), Anu Phanse (Chief Compliance Officer Coinbase Singapore), Raymond Ng (CEO Revolut untuk Singapura dan Asia Tenggara), serta Rahul Advani (Global Co-Head of Policy Ripple).

EVP & Managing Director APAC & Middle East Money20/20, Danny Levy, menyebut Money20/20 Asia 2026 sebagai momen penting bagi perkembangan industri fintech di kawasan. Ia mengatakan agenda tahun ini dirancang bukan hanya untuk menampilkan kemampuan teknologi, tetapi juga mendorong diskusi mengenai pemanfaatan teknologi dalam menjawab tantangan nyata, membuka potensi ekonomi bagi pelaku usaha kecil, dan memperluas akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat Asia.

Sementara itu, Chief Executive Officer HashKey Tokenisation, Anna Liu, menilai tokenisasi kini bergerak dari konsep menuju penerapan nyata di berbagai sektor industri di Asia. Menurutnya, tokenisasi dapat membuka likuiditas dan nilai melalui kerangka kerja yang aman dan patuh regulasi, serta menjadikan Money20/20 Asia sebagai platform untuk mendorong transisi dari tahap eksperimen menuju dampak yang lebih nyata.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Money20/20 Asia 2026 akan menghadirkan sesi keynote, panel diskusi, dan forum interaktif yang membahas tren masa depan keuangan, mulai dari sistem pembayaran, perbankan digital, aset digital, kecerdasan buatan (AI), inovasi regulasi, hingga desain layanan keuangan yang berpusat pada manusia.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Money20/20 Asia 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis untuk mendorong transformasi ekosistem fintech yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.