Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan dunia usaha agar menempatkan lingkungan hidup sebagai fondasi dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Ia menilai, ketika bencana terjadi dan dipengaruhi faktor aktivitas manusia, biaya kerugian serta pemulihannya dapat menjadi sangat besar.
Pernyataan itu disampaikan Hanif yang juga menjabat Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dalam ESG Sustainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa. Ia mencontohkan banjir di Sumatera maupun longsor di Cisarua yang disebut turut dipengaruhi aktivitas manusia yang tidak mempertimbangkan krisis iklim, sehingga memicu kemunculan fenomena alam termasuk peningkatan cuaca ekstrem.
“Kita perlu kolaborasi untuk menyadarkan kita semua apapun usaha ekonomi yang kita lakukan tanpa mengedepankan lingkungan sebagai fondasi utama yang terjadi ongkos pemulihannya, ongkos kerusakannya cukup sangat mahal,” kata Hanif.
Hanif merujuk perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang pada awal Desember 2025 memperkirakan total anggaran pemulihan kerusakan akibat banjir Sumatera dapat mencapai Rp51,82 triliun. Ia menyebut angka tersebut belum memasukkan kerugian akibat bencana di tiga provinsi di Sumatera.
Sementara itu, Center of Economic and Law Studies (Celios) memberikan taksiran nilai kerugian mencapai sekitar Rp68,67 triliun. Hanif menekankan, perhitungan tersebut baru menggambarkan kerugian materiil dan belum memperhitungkan kehilangan yang tidak ternilai.
Ia juga menyinggung dampak korban jiwa yang, berdasarkan data BNPB hingga Selasa (3/2), mencapai 1.204 orang. Menurutnya, hal itu menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak hanya berupa kerusakan fisik dan ekonomi.
Hanif mengimbau perusahaan dan masyarakat untuk memperkuat kesiapan menghadapi tantangan pembangunan, termasuk tantangan global seperti perubahan iklim yang disebutnya turut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pihak yang terdampak. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia usaha, untuk mewujudkan langkah mitigasi dan adaptasi secara nyata, tidak berhenti pada forum dan diskusi.

