BERITA TERKINI
Mentan Pastikan Pasokan Pangan hingga Ramadan dan Idul Fitri 2026 Cukup, Minta Harga Tak Melebihi HET

Mentan Pastikan Pasokan Pangan hingga Ramadan dan Idul Fitri 2026 Cukup, Minta Harga Tak Melebihi HET

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan hingga Ramadan dan Idul Fitri 2026 dalam kondisi lebih dari cukup. Karena itu, ia menegaskan tidak ada alasan bagi harga pangan untuk mengalami kenaikan di luar ketentuan.

“Tidak ada alasan harga naik. Semua unsur terlibat sepakat untuk tidak menjual pangan strategis kita di atas harga eceran tertinggi (HET),” kata Andi, Kamis (22/1/2026).

Menurut Andi, pemerintah berkomitmen menjaga harga pangan sesuai harga pokok penjualan (HPP) demi menjaga keadilan bagi produsen, pedagang, dan konsumen. Ia juga menyebut satuan tugas (satgas) pangan ikut melakukan penindakan terhadap pedagang atau pihak yang menjual bahan pangan melebihi HET.

Namun, Andi menyoroti kondisi harga ayam yang saat ini justru berada di bawah HPP. Ia menyebut harga ayam berada di kisaran Rp22–23 ribu per kilogram, sementara HPP-nya Rp25 ribu per kilogram. “Harga ayam justru di bawah HPP tadi. Itu hanya Rp22–23 ribu per kilogram padahal HPP-nya Rp25 ribu. Naik ini harus naik. Insya Allah di Ramadan (harganya) naik,” ujarnya.

Andi berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang karena pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan.

Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Kamis (22/1/2026) mencatat sejumlah komoditas terpantau turun, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng. Harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp38.797 per kilogram, telur ayam ras rata-rata Rp30.648 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan Rp20.895 per liter.

Panel yang sama juga mencatat harga beras premium sekitar Rp15.527 per kilogram, beras medium Rp13.330 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.398 per kilogram.

Sebelumnya, Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis menyampaikan langkah-langkah untuk mengamankan pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan di seluruh wilayah. “Badan Pangan Nasional menjalankan tujuh aksi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mulai dari pemantauan harga melalui Panel Harga Pangan hingga penguatan intervensi langsung di lapangan,” kata Nita.

Tujuh langkah tersebut meliputi pemantauan harga pangan yang diperbarui setiap hari, pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), perpanjangan penyaluran SPHP Beras 2025 hingga 31 Januari 2026, serta proses pelaksanaan SPHP Beras 2026 dengan target 1,5 juta ton.

Selain itu, Bapanas juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM), meningkatkan jumlah kios pangan, menyalurkan SPHP Jagung 2026 sebanyak 500 ribu ton, serta mengusulkan pembentukan Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.