JAKARTA — Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia mengambil posisi tidak memihak di tengah dinamika geopolitik global, menyusul menguatnya isu ambisi Amerika Serikat (AS) untuk mencaplok Greenland.
Sugiono mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi tersebut dengan tetap berpegang pada kepentingan nasional serta prinsip politik luar negeri bebas-aktif. Ia menilai situasi dunia saat ini semakin dinamis dan sarat ketegangan.
Meski demikian, Indonesia memilih untuk tidak terseret dalam pertarungan kepentingan antarnegara, termasuk dalam tensi yang melibatkan AS, Greenland, dan sejumlah negara Eropa.
“Intinya kita ada dalam posisi non-align. Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya, namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga. Oleh karena itu, kita selalu berpandangan bahwa apapun yang kita lakukan kita harus berpijak pada kepentingan nasional kita,” ujar Sugiono, Sabtu (24/1/2026).
Isu Greenland kembali menjadi sorotan internasional setelah AS menunjukkan ketertarikan strategis terhadap wilayah tersebut. Selain posisinya yang dinilai krusial secara geopolitik dan militer di kawasan Arktik, Greenland juga disebut memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Perkembangan ini memicu kekhawatiran sejumlah negara Eropa terkait stabilitas kawasan Atlantik Utara.
Menanggapi situasi itu, Sugiono menekankan Indonesia tidak akan mengambil sikap yang berpihak pada blok atau kekuatan tertentu. Pemerintah, katanya, akan terus mengedepankan pendekatan yang berorientasi pada perdamaian dan stabilitas global.
Indonesia juga memandang perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat bagi terwujudnya kemakmuran dunia. Menurut Sugiono, tanpa keduanya, upaya membangun kesejahteraan global akan sulit dicapai.
“Kita mengharapkan perdamaian, kita mengharapkan stabilitas seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden. Bahwa tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang dimana dunia ini makmur, dimana masyarakatnya makmur. Jadi saya kira itu yang menjadi posisi kita,” tegasnya.
Pemerintah menegaskan sikap Indonesia dalam merespons berbagai konflik dan ketegangan internasional akan selalu ditentukan oleh kepentingan nasional, bukan tekanan atau kepentingan pihak tertentu. Prinsip tersebut, menurut Sugiono, menjadi pegangan utama Indonesia untuk menjaga konsistensi politik luar negeri di tengah peta geopolitik global yang terus berubah.

