BERITA TERKINI
Menekraf: Ekonomi Kreatif Berpotensi Strategis dalam Lanskap Ekonomi Baru

Menekraf: Ekonomi Kreatif Berpotensi Strategis dalam Lanskap Ekonomi Baru

Jakarta — Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan ekonomi kreatif memiliki potensi strategis dalam lanskap ekonomi baru yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan dan inklusivitas jangka panjang.

Menurut Riefky, negara yang berkembang pesat dalam ekonomi kreatif umumnya memiliki akar budaya yang kuat, dan hal itu menjadi fondasi bagi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa pada 2011 nomenklatur ekonomi kreatif pertama kali diangkat ke tingkat kementerian dengan harapan menjadi mesin baru perekonomian nasional. Riefky menilai arah tersebut semakin nyata dengan hadirnya Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif agar menjadi salah satu alternatif ekonomi baru.

Pernyataan itu disampaikan Riefky saat menghadiri Yudhoyono Dialogue Forum (YDF) bertema “New Economy, New Road to Prosperity” yang digelar di Auditorium Museum dan Galeri SBY ANI, Pacitan, Jawa Timur. Forum tersebut membahas transformasi ekonomi global dan menjadi ruang dialog strategis lintas sektor untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

YDF 2026 menghadirkan dua sesi utama, yakni “New Economy for Prosperity and Sustainability” serta “The Role of Technology in New Economy”. Diskusi melibatkan akademisi, pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan pemikir strategis untuk membahas keterkaitan pertumbuhan ekonomi, transisi energi, dan digitalisasi.

Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar, salah satu narasumber pada sesi “New Economy for Prosperity and Sustainability”, menyebut ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bukanlah hal yang berlebihan mengingat kekayaan budaya Indonesia berpotensi membuat sektor tersebut semakin terangkat. Dari sisi penelitian, ia mengatakan pengaruh ekonomi kreatif setara dengan institusi, sementara pengaruh teknologi terhadap output atau produktivitas ekonomi kreatif dinilai jelas. Hermanto juga menilai pengembangan ekonomi kreatif memerlukan dukungan kapital pada industri yang sesuai dengan karakter setiap sektor.

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Chairman The Yudhoyono Institute (TSI) selaku penyelenggara mengatakan forum ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah saat ini melalui budaya dialog untuk membangun bangsa. Ia menyoroti transformasi ekonomi global yang ditandai kemajuan teknologi, disrupsi inovasi, tekanan perubahan iklim, serta pergeseran rantai pasok.

SBY mengajak peserta memikirkan arah ekonomi dan kebijakan ekonomi yang paling tepat bagi Indonesia, dengan bertolak dari pengalaman masa lalu dan kebutuhan masa kini serta masa depan. “Jadi, forum ini bicara yesterday, today, and tomorrow,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta mendiskusikan integrasi antara pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan sebagai satu kesatuan strategi pembangunan nasional. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menghadapi tantangan struktural sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Forum juga dilengkapi sesi berbagi pengalaman bersama tokoh bisnis nasional yang membahas dinamika pengelolaan ekonomi di tengah perubahan global. Melalui format dialog terbuka, peserta diharapkan dapat merumuskan gagasan strategis yang aplikatif bagi perumusan kebijakan publik.