BERITA TERKINI
Mbah Srinah Bertahan Hidup di Kebun Tunjungrejo Pati Selama 10 Tahun Berkat Uluran Tangan Warga

Mbah Srinah Bertahan Hidup di Kebun Tunjungrejo Pati Selama 10 Tahun Berkat Uluran Tangan Warga

PATI — Di balik rimbunnya kebun di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, berdiri sebuah rumah kecil berdinding kalsiboard dan beratap asbes yang mulai rapuh. Di tempat itulah Mbah Srinah (68) menjalani hari tuanya seorang diri, dalam kesederhanaan.

Ketika senja turun dan malam merambat, rumah tersebut menjadi saksi kesunyian hidupnya. Angin malam dan suara jangkrik menemani, sementara saat hujan datang ia hanya berharap atap yang bocor tidak runtuh.

Mbah Srinah telah tinggal di kebun itu sekitar 10 tahun. Lahan tersebut bukan miliknya, namun pemilik kebun mengizinkannya menetap selama yang ia mau. Bangunan yang ditempati pun bukan rumah permanen, melainkan sekadar tempat berlindung agar tidak sepenuhnya terpapar panas dan hujan.

Suami Mbah Srinah telah lama meninggal dunia. Dua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di luar desa, salah satunya di Jepara. Meski demikian, ia memilih tidak ikut tinggal bersama anak-anaknya.

“Mboten purun ngrepotke (tidak mau merepotkan), teng mriki mawon (di sini saja),” ucapnya lirih, menjelaskan alasan bertahan hidup sendiri tanpa penghasilan tetap.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Mbah Srinah bergantung pada uluran tangan para tetangga. Sepiring nasi dengan lauk sederhana kerap datang tanpa diminta. Ia menganggap bantuan itu lebih dari cukup.

Di tengah keterbatasan, Mbah Srinah mengaku tidak pernah merasa ditelantarkan. Ia menyebut perhatian dari pemerintah desa dan warga sekitar menjadi penguat baginya untuk menjalani hari-hari.