Di tengah dinamika kampanye dan industri hospitality, Director of Marketing Communication The Westin Jakarta, Marsya Gusman, memandang pemasaran sebagai sesuatu yang lebih personal. Baginya, pemasaran bukan semata strategi bisnis, melainkan ruang untuk membangun makna, budaya, sekaligus menjaga keseimbangan hidup.
Perjalanan karier Marsya dibentuk oleh pengalaman lintas bidang dan negara. Ia pernah bekerja sebagai social media specialist, menangani marketing dan public relation di industri fashion serta entertainment di Melbourne, hingga menjadi content production & distribution coordinator di Vidio.com. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya semakin mantap berkarier di sektor perhotelan.
Marsya mengatakan lingkungan korporasi yang menuntut disiplin, kelincahan, dan orientasi hasil turut membentuk cara kerjanya. Ia memulai karier di Crown Hotels & Resorts Melbourne, lalu berkembang di Unilever hingga kembali ke dunia hospitality. Rangkaian pengalaman itu memberinya perspektif tentang cara membaca manusia, pasar, dan perubahan, sekaligus menegaskan bahwa pemasaran bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan penggerak strategi.
“Bagi saya, pemasaran bukan hanya tentang kreativitas atau eksposur. Pemasaran adalah fungsi strategis yang harus berjalan seiring dengan tujuan bisnis dan nilai sebuah brand. Pemasaran menjadi jembatan antara brand promise dan pengalaman nyata yang dirasakan tamu, dan di situlah kepercayaan dibangun,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Ia menyadari bekerja dengan brand internasional membawa tanggung jawab besar. Untuk menjaga fokus dan keseimbangan, Marsya berupaya menemukan kebahagiaan kecil dalam pekerjaannya. Ketika pekerjaan terasa berlebihan, ia mengingatkan diri untuk hadir pada momen yang dijalani dan membatasi distraksi. Ia juga menekankan pentingnya to-do list dan penentuan prioritas agar tidak terseret tuntutan yang seolah tidak ada habisnya. Di akhir hari, ia memilih untuk disconnect dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk memulihkan energi.
Kepada perempuan lain yang terus bertumbuh dalam karier, Marsya berpesan agar menentukan tujuan yang dijalani dengan penuh passion. Ia mengingatkan agar tidak membandingkan perjalanan diri dengan orang lain, melainkan fokus pada versi terbaik diri sendiri. Menurutnya, kerentanan bukan kelemahan, tetapi kekuatan untuk mengenal diri lebih dalam. Ia juga menekankan pentingnya terus belajar, beradaptasi, dan mencintai apa yang dikerjakan.
“Sukses adalah ketika kita bisa tumbuh secara profesional tanpa kehilangan diri sendiri. Ketika karier, nilai hidup, dan kebahagiaan pribadi dapat berjalan berdampingan, itulah pencapaian yang sesungguhnya,” kata perempuan kelahiran 1991 itu.

