Sektor fintech Inggris mencatat kenaikan 29% secara tahunan pada lowongan kerja profesional sepanjang 2025, melampaui pertumbuhan perekrutan di pasar jasa keuangan yang lebih luas. Kenaikan ini terjadi saat perusahaan bersaing ketat mendapatkan talenta teknologi yang kian langka.
Menurut laporan Morgan McKinley dan Vacancysoft, fintech menciptakan sekitar 16.200 posisi profesional pada 2025. Jumlah tersebut setara dengan 24% dari seluruh lowongan di industri keuangan Inggris. Sebagai perbandingan, lowongan di perbankan meningkat 8% menjadi sekitar 41.100 peran, sementara firma akuntansi menaikkan perekrutan 15% menjadi kurang lebih 10.000 posisi.
Persaingan untuk mengisi posisi strategis juga terlihat dari contoh CMC Markets yang menghabiskan waktu sembilan bulan mencari direktur keuangan (CFO). Perusahaan akhirnya menunjuk kandidat internal pada November 2025 setelah pencarian eksternal tidak membuahkan hasil.
Managing Director Morgan McKinley UK, Victoria Walmsley, menilai pasar kerja profesional di Inggris pada 2025 menunjukkan titik balik. Setelah beberapa tahun mengalami disrupsi, perubahan cepat, dan penyesuaian pascapandemi, aktivitas perekrutan disebut bergerak menuju fase yang lebih selektif dan disiplin.
Lonjakan paling tajam terjadi pada fungsi teknologi. Lowongan untuk software engineering naik 71% menjadi hampir 800 peran pada 2025. Posisi product management di ranah TI meningkat 82% menjadi sekitar 770 lowongan, sementara peran analisis data bertambah 60% menjadi kurang lebih 340 posisi. Tren ini menunjukkan fokus fintech pada penguatan kemampuan teknis, alih-alih memperbesar ekspansi front-office.
Di sisi komersial, business development dan penjualan masih menjadi kategori terbesar dengan hampir 1.900 lowongan, naik 47% dari tahun sebelumnya. Namun, peran account management dan inside sales mencapai sekitar 850 lowongan dengan porsi terhadap total perekrutan turun dari 6% menjadi 5%. Perubahan komposisi ini mengindikasikan penyeimbangan strategi ke arah pertumbuhan yang lebih dipimpin produk.
Sepanjang 2025, perekrutan fintech di Inggris sempat diproyeksikan meningkat 32% seiring menguatnya kebutuhan kepatuhan (compliance) dan keamanan siber. Pada kuartal II 2025, jalur karier di bidang fintech, kepatuhan, dan risiko disebut menjadi yang paling menonjol di sektor keuangan London, dengan spesialis kejahatan keuangan serta pakar regulasi semakin diburu.
Meski begitu, lowongan compliance tercatat relatif stabil di kisaran 270 peran, di tengah pertumbuhan besar pada fungsi teknologi lainnya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah perusahaan telah menyiapkan kapasitas tim manajemen risiko secara memadai ketika skala operasi meningkat.
Di luar Inggris, tekanan regulasi juga tercermin pada pasar tenaga kerja di Siprus, khususnya untuk perusahaan yang banyak bergerak di produk CFD. Kepala fungsi kepatuhan (head of compliance) dilaporkan dapat memperoleh gaji enam digit, dengan kisaran hingga €120.000, seiring meningkatnya tuntutan regulasi.
Secara lebih luas, profesi TI menjadi yang paling dicari di berbagai wilayah di Inggris, melampaui 10.000 lowongan secara nasional pada 2025 dan tumbuh 23% secara tahunan. Sejumlah platform perdagangan ritel dan perusahaan fintech dinilai tidak lagi terutama digerakkan oleh tenaga penjualan, melainkan oleh insinyur dan pakar perangkat lunak. XTB, misalnya, melaporkan sejak 2023 bahwa dari lebih dari 1.000 karyawan, hampir separuh bekerja di bidang TI.
Persaingan juga tercermin pada lanskap kompensasi untuk talenta spesialis dan kepemimpinan. CEO IG Group memperoleh US$4,5 juta pada FY25, meski angka ini masih di bawah kompensasi eksekutif puncak Plus500 yang masing-masing mencapai US$4,97 juta, di tengah kompetisi platform perdagangan ritel dalam memperebutkan keahlian kepemimpinan.

