MANADO — Literasi dan edukasi pasar modal dinilai menjadi salah satu pilar penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pandangan tersebut mengemuka dalam kegiatan Refreshment Wartawan dan Kick Off 3rd Festival Jurnalistik yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 jurnalis dari berbagai media di Sulawesi Utara itu menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap investasi yang legal dan terdaftar. Literasi yang baik diyakini dapat meningkatkan partisipasi investor sekaligus melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal.
Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara dan Gorontalo, Mario Laurens Iroth, menyebut peningkatan literasi menjadi faktor kunci pertumbuhan investor di daerah. Ia memaparkan, jumlah investor di Sulawesi Utara tercatat 154.136 orang dengan nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun.
“Terdata sebanyak 154.136 investor di Sulawesi Utara dengan nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun. Terdapat investor aktif yang rutin melakukan transaksi, serta investor jangka panjang,” ujar Mario.
Menurutnya, edukasi pasar modal diperlukan agar masyarakat mampu membedakan produk investasi yang legal dan diawasi otoritas resmi, sehingga dapat terhindar dari potensi kerugian.
Peningkatan jumlah investor di daerah dinilai tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi secara keseluruhan. Partisipasi masyarakat di pasar modal disebut dapat memperkuat stabilitas ekonomi daerah serta membuka peluang pembiayaan bagi perusahaan lokal.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menambahkan bahwa keterlibatan jurnalis dalam kegiatan literasi memiliki peran strategis. “Melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi yang aman dan legal diharapkan semakin meningkat,” ujarnya.
Ia berharap peningkatan literasi pasar modal dapat melahirkan investor yang lebih berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan.

