BERITA TERKINI
Larry, Kucing Downing Street, Warnai Kunjungan Prabowo ke London

Larry, Kucing Downing Street, Warnai Kunjungan Prabowo ke London

Di tengah ketatnya protokol keamanan di pusat pemerintahan Inggris, suasana di depan pintu hitam Downing Street Nomor 10 mendadak mencair pada Selasa siang, 20 Januari 2026 waktu London. Saat iring-iringan kendaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berhenti di lokasi tersebut, sosok yang lebih dulu tampak “menyambut” bukanlah pejabat bersetelan jas, melainkan seekor kucing tabby putih bernama Larry.

Larry dikenal luas sebagai kucing penghuni Downing Street dengan gelar resmi Chief Mouser to the Cabinet Office. Kehadirannya menjadi catatan menarik dalam kunjungan Presiden Prabowo ke London, yang juga diisi agenda formal peluncuran New Strategic Partnership antara Indonesia dan Inggris. Di tengah kerangka diplomasi yang serba resmi, kemunculan Larry memberi sentuhan hangat yang menyita perhatian.

Bagi publik Inggris, Larry bukan sekadar hewan peliharaan. Ia telah menjadi bagian dari keseharian Downing Street lintas pergantian kepemimpinan, mulai dari era David Cameron, Theresa May, Boris Johnson, Liz Truss, Rishi Sunak, hingga masa pemerintahan Keir Starmer. Di usianya yang disebut telah menginjak 19 tahun, Larry tetap menjadi magnet bagi kamera wartawan yang menunggu di luar pagar Downing Street.

Momen tersebut juga terbawa ke forum resmi. Dalam diskusi bersama para pemimpin universitas Inggris, Sir Steve Smith, UK Government International Education Champion, sempat melontarkan gurauan terkait ketertarikan Presiden Prabowo pada kucing. Ia menyebut ada yang mengira Prabowo akan membawa kucingnya, Bobby, namun yang ditemui justru Larry.

Prabowo menanggapi dengan nada bercanda yang mengundang tawa hadirin. “Saya lihat dia, tapi dia tidak begitu melihat saya,” ujarnya, merujuk pada sikap Larry yang kerap terlihat cuek terhadap tamu-tamu penting. Respons itu menampilkan sisi santai Prabowo di tengah agenda diplomatik yang padat.

Memasuki awal 2026, kondisi kesehatan Larry juga kerap menjadi perhatian publik, mengingat usianya yang sudah senja. Staf Downing Street menyatakan bahwa meski langkahnya mulai melambat, Larry masih aktif menjalankan “tugasnya” mengawasi area dari gangguan rubah dan tikus.

Namun, berdasarkan pengamatan saat peliputan di Downing Street pada 20 Januari 2026, Larry terlihat tidak bugar dan berjalan sangat lamban, berbeda dari reputasinya sebagai kucing yang gesit di masa lalu. Pemandangan itu menghadirkan kesan melankolis: seekor kucing tua yang tetap bertahan di depan pintu yang menjadi salah satu pusat pengambilan kebijakan dunia.

Kehadiran Larry saat menyambut Presiden Prabowo kemudian dibaca sebagai lebih dari sekadar kebetulan. Di tengah dinamika politik yang berubah-ubah, Larry kerap dianggap sebagai simbol stabilitas Downing Street. Dalam momen singkat tersebut, ia juga menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak selalu hanya tentang dokumen dan pertemuan resmi, tetapi juga dapat tersampaikan lewat detail kecil yang memunculkan empati.

Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan tersendiri di tengah rangkaian kunjungan kenegaraan. Kesamaan ketertarikan pada kucing—yang juga melekat pada Prabowo melalui sosok Bobby Kertanegara—menciptakan jembatan emosional yang tak terduga, menyelip di antara agenda strategis Indonesia dan Inggris.