Cilacap — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nirbaya, Helmi Najih, mendorong pengembangan sekaligus pemasaran produk turunan tepung mokaf dalam program pembinaan kemandirian warga binaan. Upaya yang dilakukan antara lain menyiapkan beras mokaf dan bubur mokaf untuk dipasarkan serta diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Helmi mengatakan, pengolahan tepung mokaf menjadi berbagai produk turunan dinilai memberi nilai tambah ekonomi dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah strategis agar hasil pembinaan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga mampu bersaing di pasar.
“Produk turunan mokaf ini kami siapkan agar memiliki daya saing dan dapat diterima masyarakat. Ke depan, kami ingin produk pembinaan Lapas Nirbaya dikenal luas dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Helmi.
Kegiatan persiapan pemasaran itu turut dihadiri Kepala Urusan Kepegawaian Agus Sukarno dan Kepala Subseksi Keamanan Dias Marta, serta dua peserta magang yang terlibat dalam proses pengemasan dan persiapan pemasaran produk.
Produk beras mokaf dan bubur mokaf direncanakan dipasarkan dan dikenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Cilacap. Lapas Nirbaya menilai momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kualitas produk hasil pembinaan warga binaan kepada publik.
Melalui langkah ini, Lapas Nirbaya menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi warga binaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis produk lokal.

