SANGATTA — Rendahnya tingkat kunjungan ibu yang membawa bayi dan balita ke Posyandu masih menjadi tantangan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mengintensifkan strategi jemput bola agar pemantauan tumbuh kembang anak tidak terputus.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan partisipasi masyarakat terhadap layanan Posyandu hingga kini belum sesuai target yang diharapkan. Padahal, penimbangan dan pengukuran rutin di Posyandu merupakan langkah awal untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan anak, termasuk stunting.
“Jumlah ibu yang membawa bayinya ke Posyandu masih kurang, masih jauh dari harapan kita,” ujarnya.

