Bengkulu, 12 Maret 2026 — Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (KSPM FEB UNIB) menyelenggarakan talkshow IFTALK: Insightful Financial Talks Around Ramadhan di Auditorium Gedung C Universitas Bengkulu. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Talkshow mengusung tema “Transforming Financial Awareness into Sharia Investment Action”, yang menekankan pentingnya tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga mengimplementasikannya dalam bentuk investasi sesuai prinsip syariah. Panitia mencatat kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada keuangan serta investasi syariah.
Peningkatan literasi keuangan syariah dinilai semakin relevan seiring pertumbuhan jumlah investor saham syariah di Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada November 2025 jumlah investor saham syariah tercatat mencapai 211.596 investor, meningkat dibanding total sepanjang 2024 yang berjumlah 169.397 investor.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu, Dr. Rina Suthia Hayu, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan syariah bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi pada masa mendatang. Kegiatan ini juga dihadiri Pembina Kelompok Studi Pasar Modal FEB Universitas Bengkulu tahun 2026, Mukti Trio Putra, S.M., M.B.A.
IFTALK menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, yaitu Pebteson selaku Manajer Senior Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu, Adi Putro Maryono selaku Area Manager Bank Syariah Indonesia Bengkulu, Prof. Dr. H. Supardi Mursalin, M.Ag. selaku Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bengkulu, Herlin Andini selaku Deputi Kepala Wilayah Bengkulu Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Bengkulu, serta Oktavia Safitri selaku representative PT Phintraco Sekuritas.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan interaktif oleh moderator dan perkenalan narasumber, dilanjutkan pemaparan materi. Para pembicara membahas prinsip-prinsip keuangan syariah, perkembangan investasi berbasis syariah di Indonesia, serta pentingnya meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat terhadap investasi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Dalam pemaparan tersebut, investasi syariah disampaikan tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menjunjung prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan.
Selain itu, investasi syariah menekankan penghindaran praktik riba, gharar, dan spekulasi berlebihan. Dengan literasi yang lebih baik, peserta diharapkan dapat memilih instrumen investasi yang tepat serta lebih waspada terhadap risiko investasi bodong, sekaligus mendukung terciptanya sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung interaktif, ditandai antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan, baik terkait pemahaman dasar investasi syariah maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga saling berbagi pandangan dan pengalaman mengenai tantangan serta peluang berinvestasi secara syariah di era modern.
Panitia menyediakan doorprize bagi peserta yang aktif bertanya, serta pembagian hadiah lain melalui sesi spin untuk meningkatkan partisipasi selama acara berlangsung.
Melalui penyelenggaraan IFTALK 2026, KSPM FEB UNIB berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda serta masyarakat luas mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak dan sesuai prinsip syariah. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong lahirnya investor muda yang cerdas, kritis, dan beretika, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh secara tepat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.