JAKARTA — Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memenuhi kebutuhan dasar, merencanakan masa depan, hingga menghadapi situasi tak terduga. Pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan juga disebut dapat membantu masyarakat menghindari risiko finansial dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Kredit Pintar melalui inisiatif Kelas Pintar Bersama kembali menggelar kegiatan literasi keuangan bertajuk Finansial Inklusif untuk Semua. Pada kegiatan kali ini, Kredit Pintar menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis untuk mendorong pemahaman keuangan yang aman, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan literasi keuangan merupakan hak setiap orang, termasuk penyandang disabilitas. “Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur bersama Kredit Pintar,” ujar Puji dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, serta pengenalan layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi jelas untuk keamanan pengguna. Peserta juga dibekali informasi mengenai risiko jika tidak bijak dalam meminjam, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang disebut ramah, terbuka, dan mudah dipahami. Dengan cara itu, peserta diharapkan dapat belajar tanpa rasa takut untuk bertanya maupun menyampaikan kendala yang dihadapi.
Ketua Umum PPDI, Norman Yulian, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam memahami serta mengakses layanan keuangan. “Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu kami mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” kata Norman.
Ia juga menilai kolaborasi tersebut penting untuk memperluas inklusi keuangan. “Kami mengapresiasi inisiatif Kredit Pintar yang menghadirkan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan tanpa stigma. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” imbuhnya.
Kredit Pintar menyatakan berupaya menjadi mitra masyarakat dalam mengelola keuangan. Puji menekankan literasi keuangan yang aman dan inklusif menjadi kunci untuk membangun kesejahteraan bersama. Menurutnya, memahami keuangan dapat membantu masyarakat mengenali kebutuhan, menggunakan uang dengan bijak, serta mengetahui tempat bertanya dan mengadu ketika mengalami kesulitan.
Sejak 2022 hingga Januari 2026, program Kelas Pintar Bersama disebut telah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan. Puji menyatakan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring komitmen perusahaan dalam menyediakan edukasi yang merata, memperluas inklusi keuangan, serta membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital, termasuk menjangkau masyarakat difabel.
Dari sisi penyaluran pinjaman, sepanjang 2025 Kredit Pintar membukukan penyaluran lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp 60,5 triliun. Kredit Pintar merupakan platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

