Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama bilateral antara Tiongkok dan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Hal itu disampaikan dalam diskusi bersama perwakilan media di wilayah kerja konsulernya pada Senin (19/1).
Dalam pertemuan tersebut, Huang He juga mengapresiasi peran media dalam menyajikan informasi yang berimbang dan konstruktif kepada publik. Ia menilai hubungan Tiongkok-Indonesia memiliki fondasi politik yang kuat serta ruang pengembangan yang besar, terutama pada sektor perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi.
Huang He turut menyampaikan penghargaan atas konsistensi Pemerintah Indonesia dalam memegang prinsip Satu Tiongkok, yang menurutnya menjadi pilar penting bagi stabilitas hubungan kedua negara.
Dalam konteks dinamika regional, ia kembali menegaskan posisi Pemerintah Tiongkok terkait Taiwan. Menurutnya, Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok dan isu tersebut dipandang sebagai urusan internal. Karena itu, ia menyatakan penolakan terhadap campur tangan pihak luar yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
Selain isu regional, Huang He menyoroti peluang kerja sama ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia. Ia memaparkan kebijakan pemberlakuan sistem kepabeanan tertutup di Pelabuhan Bebas Hainan, yang disebutnya dapat membuka akses bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar Tiongkok dengan nilai tambah lebih tinggi.
Sebagai contoh, ia menyebut peluang bagi perusahaan sarang burung walet asal Indonesia untuk mengekspor bahan mentah ke Hainan. Bahan tersebut kemudian dapat diproses dan dikemas di sana sebelum didistribusikan lebih luas di pasar Tiongkok. Ia berharap media dapat meningkatkan pemberitaan mengenai kebijakan itu agar dunia usaha Indonesia dapat menangkap peluang kerja sama secara optimal.
Dalam diskusi yang sama, Huang He juga menyinggung dinamika internasional, termasuk perang tarif yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Ia menilai kebijakan semacam itu tidak menguntungkan pihak mana pun dan justru merusak tatanan perdagangan global yang adil dan terbuka.
Menurutnya, sebagai dua negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok dan Amerika Serikat memiliki tanggung jawab kolektif untuk menjaga stabilitas global. Ia menekankan pentingnya prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta kerja sama yang saling menguntungkan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Menutup pertemuan, Huang He menyatakan bahwa Pemerintah Tiongkok tidak menetapkan prasyarat apa pun dalam menjalin kerja sama dengan Indonesia. Ia juga menegaskan komitmen Tiongkok untuk terus mendukung pembangunan dan pengembangan Indonesia di berbagai sektor.

