BERITA TERKINI
Komite Pengarah Budaya Pelayanan Publik Dibentuk, UMKM Harap Kemenperindag Makin Dekat dengan Dunia Usaha

Komite Pengarah Budaya Pelayanan Publik Dibentuk, UMKM Harap Kemenperindag Makin Dekat dengan Dunia Usaha

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menerbitkan Keputusan No. 103/QD-BCT tentang pembentukan Komite Pengarah Pengembangan Budaya Pelayanan Publik di sektor perindustrian dan perdagangan. Langkah ini menegaskan komitmen kementerian untuk membangun tata kelola administrasi yang jujur, disiplin, proaktif, dan efektif.

Salah satu tugas utama komite tersebut adalah menyusun serta melaksanakan proyek, program, dan rencana pengembangan budaya pelayanan publik secara bertahap dan tahunan di lingkungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Komite juga bertanggung jawab membimbing dan mendorong instansi serta unit di bawah kementerian untuk menerapkan standar budaya pelayanan publik, sekaligus mengaitkannya dengan fungsi, tugas, dan tanggung jawab pimpinan instansi maupun unit terkait.

Menanggapi kebijakan ini, Wakil Presiden sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Hanoi (HANOISME), Dr. Mac Quoc Anh, menyampaikan harapan komunitas usaha kecil dan menengah (UKM) terhadap dampak keputusan tersebut. Ia menekankan bahwa Vietnam saat ini memiliki lebih dari 1,1 juta bisnis aktif, sehingga aparat manajemen negara perlu memprioritaskan kepentingan masyarakat dan dunia usaha dalam membangun serta menerapkan mekanisme dan kebijakan.

Menurut Mac Quoc Anh, keputusan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk membangun dan meningkatkan budaya pelayanan publik menunjukkan adanya landasan hukum yang memadai guna memperkuat semangat melayani masyarakat dan pelaku usaha, sejalan dengan arahan Politbiro, Sekretariat, dan Pemerintah. Ia menilai tujuan utama dari inisiatif ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Mac Quoc Anh menilai reformasi pelayanan publik perlu dilakukan baik melalui kontak langsung maupun layanan tidak langsung berbasis platform digital. Ia berharap penerapan budaya pelayanan publik dapat memperkuat kualitas layanan dan membuat proses administrasi terkait industri serta perdagangan semakin responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.