BERITA TERKINI
Kajian Mahasiswa UNDIP Soroti Peran AI dalam Pemasaran Berbasis Data

Kajian Mahasiswa UNDIP Soroti Peran AI dalam Pemasaran Berbasis Data

Pemasaran di era bisnis digital kian bergeser dari sekadar mengandalkan kreativitas dan intuisi menjadi strategi yang bertumpu pada data, algoritma, dan kecerdasan buatan. Perubahan ini menjadi benang merah kajian Mohammad Nabil Kurnianto, mahasiswa Manajemen Universitas Diponegoro (UNDIP) semester 8, dalam telaah bertajuk AI in Marketing atau pemasaran cerdas.

Dalam kajiannya, Nabil menyoroti bagaimana Artificial Intelligence (AI) semakin menempati posisi penting dalam strategi pemasaran. Perusahaan, menurut kajian tersebut, tidak lagi berfokus pada pertanyaan “apa yang ingin dijual”, melainkan bergeser ke “apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen”. AI dipandang mampu menjawab kebutuhan itu melalui pengolahan data yang menangkap pola perilaku, preferensi, dan kebiasaan pelanggan secara real-time, sehingga pemasaran menjadi lebih presisi, personal, dan relevan.

Salah satu penerapan yang disorot adalah penggunaan chatbot berbasis AI dalam layanan pelanggan. Chatbot modern tidak hanya berfungsi sebagai penjawab otomatis, tetapi juga disebut mampu berinteraksi secara kontekstual, memahami emosi pelanggan, serta memberikan solusi cepat selama 24 jam. Dari sisi pengalaman pelanggan, pendekatan ini dinilai dapat membuat layanan lebih responsif, konsisten, dan efisien.

Selain layanan pelanggan, kajian tersebut juga menyinggung peran AI dalam sistem rekomendasi produk berbasis algoritma. Aktivitas konsumen seperti klik, pencarian, dan transaksi diolah menjadi wawasan untuk menyusun penawaran yang lebih personal. Dengan cara ini, konsumen tidak lagi menerima iklan yang acak, tetapi ditawari produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya, sejalan dengan konsep pemasaran yang berorientasi pada konsumen.

Di bidang promosi, kajian itu menempatkan AI-optimized advertising sebagai pendekatan strategis yang semakin relevan. Algoritma dinilai dapat membantu menentukan waktu tayang, segmentasi audiens, hingga pesan iklan yang paling efektif. Dampaknya, biaya promosi dapat lebih efisien sekaligus mendorong peningkatan konversi, karena keputusan pemasaran didasarkan pada analisis data.

Nabil juga menekankan keterkaitan AI in Marketing dengan bidang Manajemen Pemasaran, E-Commerce, dan Consumer Insights. Ia menilai mahasiswa manajemen tidak cukup hanya memahami konsep pasar, tetapi juga perlu mampu membaca data, memanfaatkan teknologi, serta menyusun strategi berbasis AI secara etis dan bertanggung jawab.

Melalui perspektif tersebut, kajian ini menyimpulkan bahwa masa depan pemasaran bertumpu pada kolaborasi antara kreativitas manusia dan kecerdasan mesin. AI diposisikan bukan untuk menggantikan peran pemasar, melainkan memperkuatnya dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat, tajam, dan berdampak.

Dari ruang akademik UNDIP, gagasan tentang pemasaran yang lebih cerdas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan manusia itu mulai dirumuskan sebagai respons atas tantangan bisnis masa depan.