BERITA TERKINI
Kadin: Dunia Usaha Dapat Mendukung Industrialisasi Menuju Kemandirian Maritim

Kadin: Dunia Usaha Dapat Mendukung Industrialisasi Menuju Kemandirian Maritim

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dunia usaha dapat berperan membantu industrialisasi yang mengarah pada kemandirian maritim, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan keterlibatan sektor swasta penting untuk memperkuat industrialisasi di bidang maritim. Ia menilai, secara historis industri maritim bukan hanya menjadi sektor perintis, tetapi juga industri induk yang mendorong perkembangan ekonomi di berbagai negara.

Menurut Anindya, pengalaman sejumlah negara menunjukkan pengembangan industri maritim kerap dimulai dari industri perkapalan. Ia mencontohkan negara-negara Barat seperti Inggris dan Prancis, serta Jepang dan Korea Selatan, yang memulai penguatan sektor maritimnya melalui pembangunan industri kapal.

Anindya juga menyinggung dukungan Pemerintah Inggris terhadap rencana Indonesia membangun 1.500 kapal tangkap ikan melalui kerja sama maritim kedua negara. Ia menilai dukungan tersebut berpotensi berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), menciptakan lapangan kerja, dan dampak ekonomi lainnya.

Dalam waktu mendatang, Kadin berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 10 Februari 2026. Kegiatan itu disebut sebagai inisiatif Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo, dengan penekanan pada perlunya Indonesia membangkitkan industri perkapalan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan dinilai perlu menjadi pemimpin di sektor tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris mendukung rencana pembangunan 1.500 kapal tangkap ikan melalui kerja sama maritim. Rencana itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, keduanya membahas kemitraan strategis baru Indonesia–Inggris, kerja sama bidang maritim, serta peluang kerja sama di bidang pendidikan. Presiden Prabowo menekankan bahwa sekitar tiga perempat wilayah Indonesia merupakan lautan, sehingga negara perlu hadir untuk memenuhi kebutuhan nelayan melaut dengan kapal yang memadai.

Prabowo menyatakan, pemenuhan kebutuhan kapal bagi nelayan diyakini dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan dan produk boga bahari lainnya, yang pada gilirannya dapat mendorong peningkatan konsumsi protein masyarakat.

Dalam pertemuan empat mata dengan PM Starmer, Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu dengan CEO Babcock dalam rangkaian kunjungannya di Inggris. Babcock merupakan galangan kapal Inggris yang disebut menjadi mitra dalam pembangunan kapal tangkap ikan untuk Indonesia.