Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, menjadi pembicara utama dalam Sarasehan Ekonomi Batch 1 yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Ilmu Ekonomi (IKAIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas). Kegiatan ini mengangkat tema “Jalan Baru Ekonomi Indonesia: Evaluasi dan Rekonstruksi Strategi Pembangunan Indonesia”.
Acara berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (15/12), mulai pukul 09.00 Wita. Sarasehan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian dies natalis ke-77 FEB Unhas.
Dalam paparannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan gagasan strategis pembangunan. Menurutnya, kampus dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah melalui penguatan sumber daya manusia dan pemikiran ekonomi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia juga menyoroti dinamika ekonomi global yang terus berubah seiring kemajuan teknologi dan arus globalisasi. Jusuf Kalla mengatakan peta ekonomi dunia bergerak mengikuti prinsip daya saing, sehingga pemerintah dituntut hadir secara aktif untuk melindungi kepentingan nasional tanpa menghambat pertumbuhan.
Dalam konteks tersebut, ia menilai Indonesia tengah berada dalam fase ekonomi nasionalistik yang perlu dikelola secara cermat agar tidak kontraproduktif terhadap pembangunan jangka panjang.
Jusuf Kalla mengingatkan bahwa Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah. Kondisi ini, menurutnya, menyimpan risiko terjebak dalam middle income trap apabila strategi pembangunan tidak diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan produktivitas nasional.
“Untuk lepas dari jebakan pendapatan menengah dan natural resources yang belum dikelola dengan baik, Indonesia harus melakukan perubahan dalam strategi pengelolaan ekonomi. Pengelolaan yang kurang tepat justru membuat manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati oleh pemilik modal, sementara dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat masih terbatas,” ujar Jusuf Kalla.
Sarasehan Ekonomi Batch 1 dihadirkan sebagai forum dialog kolaboratif yang mempertemukan akademisi, alumni, praktisi, serta tokoh nasional bidang ekonomi. Kegiatan ini diinisiasi oleh alumni FEB Unhas bersama para ekonom sebagai wadah refleksi kritis terhadap arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.
Melalui forum tersebut, FEB Unhas menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam perumusan arah pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global. Penyelenggara juga berharap sarasehan ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang berkelanjutan antara alumni, akademisi, dan para pemangku kepentingan.

