BERITA TERKINI
Jurnalis di Tarakan Kembangkan Bisnis Minuman Matcha “Macha Kyoto”

Jurnalis di Tarakan Kembangkan Bisnis Minuman Matcha “Macha Kyoto”

Tarakan — Agus Zakaria, jurnalis yang akrab disapa Kak Agus, menunjukkan bahwa pekerjaan di dunia jurnalistik dapat berjalan beriringan dengan aktivitas wirausaha. Di sela kesibukannya meliput berita, ia mengembangkan bisnis minuman matcha yang tengah tren di Tarakan melalui merek “Macha Kyoto”.

Agus menuturkan, keputusan terjun ke bidang food and beverage (F&B) dipengaruhi tantangan ekonomi yang kian sulit. Ia memandang kerja jurnalistik sebagai bentuk pengabdian, sementara berdagang merupakan tujuan hidup jangka panjang. Usaha matcha yang dirintisnya disebut sebagai langkah awal untuk mewujudkan impian menjadi pengusaha.

Menurut Agus, pemilihan matcha sebagai produk utama didasari pertimbangan pasar. Ia menilai pasar kopi di Tarakan sudah jenuh, dengan kemunculan kedai kopi yang sangat rapat. Karena itu, ia memilih mencari celah pasar lain dengan menyasar generasi Z dan Alpha yang dinilai menyukai cita rasa matcha. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Program Kapa (Karya Paguntaka Pro 2 RRI Tarakan) bertema “Dari Haus Jadi Peluang: Matcha Teman Berbuka”.

Memasuki dunia usaha sebagai pemula, Agus mengakui menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan dan operasional. Ia menekankan pentingnya pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara teliti, termasuk untuk nominal kecil. Baginya, kebocoran keuangan menjadi risiko utama yang dapat membuat pengusaha pemula merugi.

Dalam menjalankan usaha, Agus berpegang pada filosofi konsistensi. Ia menilai tahun pertama berbisnis sebagai masa yang wajar penuh tekanan dan harus dijalani sebagai proses pembelajaran. Ia juga beranggapan ketahanan menghadapi masa sulit menjadi ukuran penting dalam perjalanan seorang pengusaha.

Untuk menjaga kualitas produk, Agus menggunakan sistem franchise dengan resep yang telah teruji, namun tetap disesuaikan dengan selera warga lokal. Ia mengaku kerap melakukan survei sederhana kepada pelanggan untuk menentukan standar rasa agar tetap konsisten dan relevan bagi berbagai kelompok usia.

Saat ini, gerai “Macha Kyoto” berlokasi di Jalan Bhayangkara, dekat Jalan Aki Balak, dan disebut terus berkembang. Agus berharap usahanya tidak berhenti sebagai tren sesaat, melainkan dapat tumbuh menjadi bisnis berkelanjutan. Ia juga mendorong anak muda agar tidak takut keluar dari zona nyaman dan berani memulai usaha sendiri.