BERITA TERKINI
Jumlah Investor Perempuan di Bursa Saham Arab Saudi Tembus Rekor 1,74 Juta

Jumlah Investor Perempuan di Bursa Saham Arab Saudi Tembus Rekor 1,74 Juta

Otoritas Pasar Modal (Capital Market Authority/CMA) Arab Saudi mencatat jumlah perempuan yang berinvestasi di pasar saham negara itu untuk pertama kalinya melampaui 1,74 juta orang. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi dan menandai meningkatnya partisipasi perempuan di bursa keuangan terbesar di kawasan.

Berdasarkan data CMA, pada akhir kuartal II-2025 terdapat 1,746 juta investor perempuan. Angka ini naik 26.000 dibanding kuartal sebelumnya, serta meningkat 94.300 dibanding periode yang sama tahun lalu ketika jumlahnya tercatat 1,65 juta. CMA menilai tren ini menunjukkan kenaikan yang stabil dalam kehadiran perempuan di pasar saham.

Pertumbuhan juga terjadi pada investor laki-laki. Pada Juni 2025, jumlah investor laki-laki mencapai 5,16 juta, naik 112.400 dibanding kuartal I-2025 dan bertambah 339.000 dari periode yang sama tahun lalu saat jumlahnya 4,82 juta.

Dengan perkembangan tersebut, total investor individu di pasar saham Arab Saudi meningkat menjadi 6,9 juta, yang juga menjadi level tertinggi yang pernah tercatat. Jumlah rekening investasi individu turut bertambah, dengan total hampir 13,91 juta portofolio pada akhir kuartal II, naik dari 13,56 juta tiga bulan sebelumnya.

Di sisi kebijakan, CMA disebut tengah mengkaji kemungkinan pembukaan pasar saham Saudi untuk semua investor global. Otoritas itu menilai langkah yang sebelumnya mengizinkan penduduk negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) untuk berdagang langsung di pasar Saudi sebagai keputusan yang “logis dan alami” karena ikatan ekonomi, sosial, dan regulasi di kawasan. Investor GCC juga tetap diperbolehkan berdagang meski pindah ke luar wilayah Teluk.

Sementara itu, investor asing dari luar GCC turut mencatat kontribusi rekor. Bloomberg Intelligence menyebut kelompok investor ini menyumbang 35 persen dari total pembelian saham Saudi pada kuartal II-2025.

Arab Saudi juga mendorong sejumlah strategi untuk memperkuat daya tarik pasar, termasuk menarik perusahaan perdagangan frekuensi tinggi (high-frequency trading), memperluas pipeline penawaran umum perdana (IPO), serta melonggarkan aturan bagi partisipasi asing. Pada Juli 2025, saham-saham yang terdaftar di Indeks Tadawul All Share (TASI) dilaporkan diperdagangkan dengan diskon hingga 32 persen dibanding saham di Indeks MSCI All Country World (ACWI) berdasarkan rasio harga terhadap laba (forward price-to-earnings ratio).