BERITA TERKINI
Iran Bantah Klaim Trump soal Pembicaraan Produktif, Sebut Tidak Ada Negosiasi dengan AS

Iran Bantah Klaim Trump soal Pembicaraan Produktif, Sebut Tidak Ada Negosiasi dengan AS

Pemerintah Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut telah terjadi pembicaraan “sangat baik dan produktif” antara Washington dan Teheran dalam dua hari terakhir untuk mengakhiri konflik militer. Teheran menegaskan tidak pernah ada negosiasi dengan AS, sekaligus menyiratkan sikap yang tetap solid di tengah tekanan militer AS dan Israel.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengklaim AS dan Iran telah melakukan percakapan yang disebutnya produktif. Seperti dikutip Axios, Trump juga menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat pembicaraan berlanjut.

Pernyataan itu segera dibantah oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. “Tidak ada negosiasi yang telah dilakukan dengan Amerika,” tulis Ghalibaf di media sosialnya, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menyebut klaim tersebut sebagai hoaks atau kabar palsu yang diduga digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Pernyataan serupa disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Ia menegaskan tidak ada diskusi langsung dengan Washington. Menurutnya, yang ada justru pesan dari sejumlah negara sahabat terkait permintaan AS untuk membuka negosiasi.

Di lapangan, situasi dilaporkan masih diwarnai saling serang memasuki pekan keempat sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Militer Israel disebut kembali melancarkan serangan ke Teheran pada Senin (23/3) waktu setempat.

Sementara itu, Iran dilaporkan terus melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke berbagai titik di Timur Tengah. Iran juga disebut-sebut telah menutup secara efektif Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Di tengah perkembangan tersebut, sebuah sumber militer Iran mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim bahwa negaranya tengah menyiapkan “kejutan” baru. “Iran telah merencanakan kejutan baru yang dapat menimbulkan dampak sangat besar dalam perang ini,” ujar sumber itu.

Sumber yang sama menilai penundaan serangan yang diklaim Trump mencerminkan kebuntuan strategi militer AS. Ia menyebut seluruh opsi militer Washington sejauh ini gagal. “Trump tahu, tidak ada harapan untuk meraih kemenangan militer, termasuk membuka Selat Hormuz dengan kekuatan militer,” katanya.