Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) global pada awal 2026 menunjukkan tren yang positif. Sejumlah perusahaan melantai di bursa dengan nilai besar, dengan sektor pertahanan dan kecerdasan buatan (AI) tampil sebagai penggerak utama.
Dalam perkembangan ini, perusahaan-perusahaan dari sektor pertahanan mencatat performa menonjol, sejalan dengan meningkatnya minat pasar terhadap bisnis yang terkait kebutuhan keamanan dan teknologi strategis. Di saat yang sama, perusahaan berbasis AI juga menjadi sorotan, mencerminkan kuatnya permintaan investor terhadap emiten yang menawarkan prospek pertumbuhan dari inovasi teknologi.
Di tengah dinamika tersebut, bursa saham Amerika Serikat tetap menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan besar untuk melaksanakan IPO. Daya tarik pasar AS dinilai masih kuat, terutama dari sisi akses ke basis investor yang luas dan likuiditas yang tinggi.
Namun, dari daftar IPO terbesar dunia pada 2026, belum terdapat perusahaan dari Indonesia. Kondisi ini menegaskan bahwa panggung IPO bernilai jumbo pada awal tahun masih didominasi emiten dari luar negeri, khususnya yang bergerak di pertahanan dan AI serta memilih pencatatan di bursa AS.

