Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) melalui Alumni Career Center (ACC) menyelenggarakan IPB Career Days 2026 selama dua hari pada 4–5 Februari di Grha Widya Wisuda. Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperkuat jejaring profesional.
IPB Career Days 2026 menghadirkan sejumlah agenda, antara lain career talk, industry insight, career and internship expo, in-campus recruitment, serta walk-in interview. Sebanyak 18 perusahaan mitra terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Direktur ACC SV IPB University, Zakky Ahmad Wahyudi, mengatakan IPB Career Days tidak hanya diposisikan sebagai ajang rekrutmen. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karier dan penguatan jaringan profesional bagi peserta.
“Kegiatan ini menjadi fasilitator yang menghubungkan kesiapan talenta IPB dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan momentum ini untuk memahami kebutuhan dunia kerja serta membangun karier berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan SV IPB University, Dr Aceng Hidayat, menilai salah satu tantangan terbesar pendidikan vokasi saat ini adalah masih adanya sekat antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Ia menekankan pendidikan vokasi memiliki amanah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sementara dinamika dunia usaha berubah cepat, bahkan dalam hitungan bulan.
Di sisi lain, Dr Aceng menyebut pengembangan kurikulum vokasi membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, SV IPB University tengah mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan sistem blok untuk memperkuat kompetensi mahasiswa.
Ia juga menegaskan penguatan SDM vokasi tidak cukup hanya melalui hard skill, tetapi perlu dibarengi penguatan soft skill dan karakter. “Selain kemampuan teknis, mahasiswa harus memiliki kemampuan komunikasi, etika, dan akhlak yang baik. Karakter inilah yang akan menjadi pembeda dan sangat dibutuhkan di dunia kerja,” jelasnya.
Dr Aceng menambahkan pentingnya membangun ekosistem yang menyatukan pendidikan vokasi dan dunia usaha. Menurutnya, negara maju telah menerapkan sistem yang melibatkan industri secara langsung dalam pembukaan dan pengembangan program pendidikan vokasi. “Harapannya, pendidikan vokasi dan dunia kerja bisa berada dalam ekosistem yang sama sehingga kebutuhan industri dapat direspons lebih cepat oleh lembaga pendidikan,” tambahnya.
Ketua HA SV, Fhosya Apriando, menyoroti pentingnya kolaborasi dengan industri mengingat setiap tahun SV IPB meluluskan sekitar 2.300 mahasiswa. Ia menilai kerja sama yang kuat diperlukan untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para lulusan.

