BERITA TERKINI
Investasi dan produksi di Can Tho menguat, serapan tenaga kerja meningkat

Investasi dan produksi di Can Tho menguat, serapan tenaga kerja meningkat

Sejumlah pelaku usaha di Kota Can Tho menyatakan optimistis untuk melanjutkan investasi dan memperluas produksi, seiring dukungan pemerintah daerah serta membaiknya aktivitas manufaktur di kawasan industri dan klaster industri setempat. Dalam kunjungan pimpinan Kota Can Tho ke Perusahaan Gabungan Pengolahan Makanan Ekspor Wilayah Barat di komune Chau Thanh, situasi produksi dan bisnis disebut menunjukkan perkembangan yang positif.

Pada awal Januari 2016, aktivitas produksi di JIA ZHI Co., Ltd. yang berlokasi di Klaster Industri dan Kerajinan Vi Thanh terlihat sibuk untuk memenuhi pesanan. Direktur JIA ZHI Co., Ltd., Bui Dong Thien, mengatakan perusahaan berhasil menjaga operasi tetap stabil setelah berupaya mengatasi berbagai kesulitan pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, perusahaan saat ini menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 3.700 pekerja lokal, dengan pendapatan rata-rata sekitar 5 juta VND per orang per bulan. Ia juga menyebut para pekerja yang telah mengikuti pelatihan dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Bui Dong Thien menambahkan, sejak berdiri perusahaan mendapat perhatian dan dukungan dari pimpinan Kota Can Tho. Ia menyoroti peran pemerintah Kelurahan Vi Thanh yang disebut cepat membantu menyelesaikan kendala dan hambatan, sehingga investasi, produksi, serta perekrutan tenaga kerja dapat berjalan lancar.

Dalam waktu dekat, JIA ZHI Co., Ltd. berencana melanjutkan perluasan produksi dan bisnis, sekaligus menjaga serta meningkatkan jumlah pesanan. Perusahaan menargetkan perekrutan tambahan sekitar 300–500 pekerja untuk memperkuat ketersediaan lapangan kerja dan berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi daerah.

Perkembangan serupa juga terjadi pada sektor garmen. Direktur Perusahaan Gabungan Garmen Nha Be – Hau Giang, Le Dinh Tuan, menyampaikan bahwa perusahaannya saat ini mempekerjakan sekitar 1.000 pekerja lokal. Rata-rata pendapatan pekerja disebut mencapai 7,5 juta VND per orang per bulan, sementara sebagian pekerja memperoleh 12–14 juta VND per bulan.

Le Dinh Tuan menjelaskan, perusahaan tengah beralih ke sistem upah per potong yang dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan pekerja. Ia menyebut stabilitas operasi perusahaan didukung oleh pengelolaan pesanan yang terencana, kekompakan tenaga kerja, serta dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan membantu perusahaan saat menghadapi masa sulit. Ke depan, perusahaan menargetkan perluasan produksi, investasi pada lini produksi baru, dan perekrutan tambahan 200–300 pekerja untuk memenuhi kebutuhan pesanan pada 2026.

Pemerintah Kota Can Tho mencatat, pada 2025 terdapat lebih dari 4.600 bisnis baru terdaftar dengan total modal terdaftar sebesar 30.117 miliar VND. Saat ini, sekitar 25.000 bisnis tercatat beroperasi di kota tersebut. Selain itu, terdapat 124 proyek investasi asing (FDI) dengan total modal terdaftar lebih dari 7,451 miliar dolar AS.

Can Tho juga telah membangun 13 kawasan industri, dengan 9 di antaranya telah beroperasi. Di samping itu, terdapat 3 klaster industri, 1 Pusat Energi Song Hau, dan 1 Pusat Manajemen Kawasan Industri Song Hau. Total pendapatan bisnis di kawasan industri pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 165.900 miliar VND, meningkat 13,84% dibandingkan 2024, dengan total tenaga kerja di kawasan industri mencapai 96.755 orang.

Ketua Komite Rakyat Kelurahan Vi Thanh, Dang Tri Thuc, mengatakan wilayahnya berupaya menarik investasi ke Klaster Industri dan Kerajinan Vi Thanh. Hingga kini, terdapat 22 usaha beroperasi di area seluas 34,73 hektare, dengan modal investasi lebih dari 1.718 miliar VND dan menyerap lebih dari 7.700 pekerja.

Ia menegaskan, pemerintah setempat akan melanjutkan reformasi prosedur administrasi dan meningkatkan kualitas layanan bagi pelaku usaha. Pemerintah juga berencana aktif membantu menyelesaikan kendala, mengadakan pertemuan dan dialog rutin dengan dunia usaha, serta berfokus pada peningkatan infrastruktur teknologi dan iklim investasi. Kelurahan akan memprioritaskan penarikan proyek di sektor industri dan kerajinan, perdagangan dan jasa, serta pengolahan dengan skala yang sesuai, termasuk model produksi berbasis teknologi, ramah lingkungan, dan memanfaatkan tenaga kerja lokal secara efisien. Dukungan juga diarahkan pada pengembangan ekonomi rumah tangga dan kolektif, serta penguatan daya saing fasilitas produksi tradisional.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Can Tho, Nguyen Van Hoa, menyatakan kota terus mendorong pembentukan perusahaan swasta besar berkelas regional dan internasional, sekaligus mendukung usaha kecil dan menengah serta keluarga pengusaha dalam proses transformasi. Pemerintah kota juga mempercepat sejumlah proyek utama untuk menciptakan dorongan baru bagi pembangunan, serta mengundang investor ke kawasan dan klaster industri guna menciptakan lingkungan yang terbuka dan menguntungkan bagi kegiatan produksi dan bisnis.