PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menyiapkan langkah ekspansi pada 2026 dengan menitikberatkan pengembangan proyek mixed-use serta penguatan portofolio properti komersial di kota-kota strategis. Strategi tersebut disebut sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memperbesar basis aset berkualitas dan menjaga kesinambungan pertumbuhan.
Presiden Direktur dan CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengatakan pada 2026 perusahaan akan melanjutkan ekspansi melalui pengembangan proyek mixed-use 23 Semarang Shopping Center serta pengembangan kawasan low-density lifestyle di Balikpapan. Dengan portofolio hotel, pusat perbelanjaan, dan apartemen yang saling bersinergi, manajemen menyatakan optimistis penguatan aset dan ekspansi terukur dapat memperkokoh fundamental bisnis dan menopang pertumbuhan berkelanjutan.
“Ekspansi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan bisnis perusahaan di luar pasar utama, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari kawasan dengan potensi ekonomi dan demografi yang berkembang,” ujar Anthony dalam keterangan pers, Kamis (22/1/2026).
Selain proyek baru, perusahaan juga menekankan optimalisasi kinerja aset yang telah beroperasi. Manajemen menargetkan porsi recurring income dari portofolio hotel dan pusat perbelanjaan tetap terjaga di kisaran 70% untuk menopang stabilitas arus kas dan memperkuat daya tahan bisnis di tengah dinamika siklus industri properti.
Optimisme tersebut turut didukung kinerja sepanjang 2025. Perusahaan menyebut penguatan kinerja ditopang kontribusi segmen property sales melalui proyek Antasari Place, serta keuntungan investasi yang terealisasi dari kerja sama strategis dengan pengembang properti asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties.
Pada awal 2025, INPP membentuk joint venture dengan Hankyu Hanshin Properties untuk pengembangan kawasan komersial di Bali. Dari kerja sama ini, perusahaan membukukan keuntungan investasi sebesar Rp500 miliar yang tercatat pada kuartal I-2025 dan disebut memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Selanjutnya, pada paruh pertama 2025, perusahaan mencatatkan penjualan properti Antasari Place di Jakarta Selatan. Hingga September 2025, sebanyak 80% dari total unit telah terjual. Proses serah terima unit masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada 2026. Proyek ini juga dilengkapi fasilitas komersial berupa pusat perbelanjaan serta serviced apartment Citadines Antasari Jakarta, yang disebut memperkuat ekosistem kawasan sekaligus menopang pertumbuhan recurring income dari segmen perhotelan dan komersial.
INPP juga meresmikan perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung pada September 2025 seiring meningkatnya permintaan tenant. Perluasan tersebut menambah area komersial lebih dari 6.600 meter persegi dan memperkuat portofolio pusat perbelanjaan perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III-2025, INPP membukukan pertumbuhan pendapatan 49,8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,31 triliun, dengan laba bersih Rp493,9 miliar. Kinerja tersebut terutama didorong oleh keuntungan investasi dan pertumbuhan signifikan segmen property sales, serta ditopang kontribusi positif dari segmen bisnis lainnya.
Anthony menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perusahaan mencatat sejumlah pencapaian strategis, termasuk kemitraan dengan pengembang di Asia serta penyelesaian dua proyek utama sesuai rencana, yakni Antasari Place di Jakarta dan perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung. Ia menyatakan perusahaan optimistis dapat menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang positif.

