Menjelang akhir 2024, Innocean Indonesia berada dalam kondisi rentan. Moral tim menurun, koordinasi antardepartemen tidak berjalan baik, dan pergantian kepemimpinan terjadi beberapa kali dalam waktu singkat. Untuk agensi yang belum genap lima tahun beroperasi, situasi tersebut menjadi sinyal serius bagi kelangsungan organisasi.
Innocean Indonesia didirikan pada 2020 seiring masuknya Hyundai Motor ke pasar Indonesia. Pada awalnya, agensi ini beroperasi sebagai agensi internal yang berfokus melayani ekosistem Hyundai. Namun, perubahan lanskap pascapandemi membawa tantangan baru: anggaran pemasaran menyusut, persaingan di kategori otomotif meningkat dengan hadirnya merek-merek baru dari China, dan tuntutan untuk menghasilkan kinerja tetap tinggi meski sumber daya semakin terbatas.
Di sisi internal, masalah fragmentasi kerja memperburuk keadaan. Yusdina Fibriyanti, yang bergabung sebagai Managing Director pada akhir 2024, menyebut cara kerja yang terpecah membuat koordinasi antar tim berjalan lambat. Proses penyusunan brief dinilai tidak konsisten, matriks tanggung jawab tidak jelas, dan tidak ada arah strategis yang tegas bagi agensi. Kondisi ini, menurutnya, bukan semata soal efisiensi, melainkan menyangkut dasar cara organisasi seharusnya berfungsi.
Menghadapi situasi yang membutuhkan intervensi cepat, Yusdina memutuskan menjalankan transformasi besar di tiga area secara paralel: restrukturisasi SDM dan kepemimpinan, pembaruan sistem kerja, serta reposisi strategis untuk mendorong pertumbuhan.
Audit organisasi dan perombakan kepemimpinan
Langkah awal yang dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi. Posisi kepemimpinan diaudit, tanggung jawab didefinisikan ulang, dan sejumlah peran direstrukturisasi. Perubahan ini mencakup perancangan ulang struktur pelaporan dan proses pengambilan keputusan.
“Prioritas di fase pertama adalah menstabilkan organisasi, memperkuat kedalaman kepemimpinan kami, menyelaraskan kembali kapabilitas, dan membangun kembali kepercayaan diri di seluruh tim,” kata Yusdina. Ia menambahkan bahwa transformasi dijalankan di aspek People, System, dan Growth secara bersamaan agar bisnis bisa kembali memperoleh momentum dengan cepat dan berkelanjutan.
Dalam proses tersebut, Innocean merekrut sejumlah pemimpin senior dengan latar belakang di luar otomotif, termasuk Anne Aryanti sebagai Business Director, Sandila Ekaputri sebagai Senior Strategy Director, serta Glenn Alexander sebagai Executive Creative Director. Perekrutan ini diposisikan sebagai langkah untuk memperluas keahlian dan memperkuat kesiapan agensi jika ingin tumbuh melampaui klien internal.
Di tingkat tim, perusahaan menjalankan program peningkatan kemampuan yang intensif, dengan fokus pada perencanaan strategis, komunikasi pemasaran yang lebih maju, serta kapabilitas digital. Innocean juga meluncurkan Open Water, kompetisi kreatif internal yang menggunakan brief klien nyata untuk mendorong tim berpikir melampaui kerangka otomotif, sekaligus menggeser budaya kerja dari pola eksekusi reaktif menuju pemecahan masalah yang lebih strategis.
Standarisasi sistem kerja untuk mengatasi fragmentasi
Selain perubahan di aspek SDM, pembenahan operasional menjadi fokus penting. Fragmentasi alur kerja, format brief yang tidak seragam, serta kolaborasi lintas fungsi yang kurang sinergis dinilai sebagai hambatan utama.
Innocean kemudian melakukan standardisasi besar-besaran. Format brief diseragamkan melalui template yang mendorong interpretasi strategis, proses persetujuan dipersingkat untuk mempercepat eksekusi, dan matriks tanggung jawab diperjelas agar tidak ada area abu-abu terkait pemilik pekerjaan.
Kolaborasi lintas fungsi juga dirancang ulang melalui struktur proyek baru dan sesi berbagi pengetahuan rutin. Upaya ini ditujukan untuk memecah sekat antar departemen yang sebelumnya menjadi penghambat kerja bersama.
Perubahan tersebut disebut menghasilkan model operasi yang lebih kohesif, dengan waktu respons yang lebih cepat dan konsistensi pelaksanaan yang meningkat. Kejelasan cara kerja dinilai menjadi fondasi sebelum agensi bergerak ke agenda pertumbuhan.
Reposisi dari pendukung internal ke pemain pasar
Setelah kondisi internal lebih stabil, Innocean mulai mengarahkan perhatian pada posisi eksternal. Pada Januari 2025, agensi ini melakukan peluncuran ulang dengan identitas visual baru, situs web baru, dan pembaruan kredensial untuk menegaskan kapabilitas layanan penuh. Langkah ini menandai pergeseran dari fungsi pendukung internal Hyundai menjadi agensi yang ingin bersaing di pasar terbuka.
Innocean memperkuat kehadiran di LinkedIn, mengkurasi ulang portofolio agar menampilkan keragaman pekerjaan, serta mulai aktif mengejar proyek di luar Hyundai. Perluasan ini dinilai sebagai langkah yang diperhitungkan, mengingat tantangan menjaga klien inti sekaligus memperluas pasar bukan hal sederhana.
“Turnaround ini bukan sekadar cerita stabilisasi, ini adalah reset cara Innocean Indonesia beroperasi, berkompetisi, dan menciptakan nilai,” ujar Yusdina. Ia menyatakan pihaknya ingin membangun agensi yang tangguh dan percaya diri untuk berkontribusi pada industri marketing dan kreatif Indonesia secara lebih luas.
Hasil awal dan tantangan keberlanjutan
Dalam setahun sejak transformasi dimulai, Innocean mencatat sejumlah perkembangan. Agensi ini menambah klien dari kategori berbeda, termasuk Duolingo, UOB Bank, dan Royal Canin. Mereka juga meraih kemenangan pertama di kompetisi internasional melalui The Drum Awards dan MMA Awards untuk kampanye Hyundai Indonesia. Namun, perusahaan menekankan bahwa capaian yang lebih mendasar adalah stabilitas organisasi yang kini mulai terbentuk.
Di tengah pasar agensi Indonesia yang kompetitif—dengan persaingan antara jaringan global bersumber daya besar dan agensi lokal independen yang lebih gesit—Innocean menghadapi tantangan berlapis. Di antaranya mempertahankan momentum transformasi sambil melayani klien yang bertambah, memperbesar tim tanpa menurunkan kontrol mutu, serta membuktikan kemampuan bertahan sebagai agensi yang benar-benar menghadap pasar, bukan sekadar unit internal yang sesekali mengambil proyek eksternal.
Ke depan, periode 12–24 bulan disebut akan menjadi penentu apakah perubahan yang telah dilakukan dapat tertanam dalam budaya organisasi atau hanya menjadi fase stabilisasi sementara. Fondasi struktural dan sistem operasional telah dibangun, serta daya tarik awal di pasar mulai terlihat, tetapi perjalanan transformasi Innocean Indonesia dinilai masih berada pada tahap awal.

