Jakarta, CNBC Indonesia — Adopsi teknologi digital yang kian masif menjadi pendorong berkembangnya layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) di Indonesia. Di tengah pertumbuhan tersebut, industri fintech terus didorong untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat bisnis, serta meningkatkan kepercayaan publik guna memperkokoh ekosistem fintech di Tanah Air.
Direktur Cermati (PT Agregasi Cermat Indonesia), Fung Fuk Lestario, menekankan pentingnya perluasan inklusi keuangan untuk mendorong adopsi layanan fintech di masyarakat. Menurutnya, Cermati sebagai agregator keuangan berperan menjembatani lembaga jasa keuangan (LJK) berizin dengan nasabah, sekaligus memperkuat peran dalam mendorong inklusi keuangan.
Melalui platformnya, Cermati menyediakan informasi berbagai produk keuangan, mulai dari pinjaman seperti KTA dan KPR, kartu kredit, hingga asuransi. Informasi tersebut ditujukan untuk membantu nasabah mengambil keputusan dalam memilih produk LJK yang sesuai dengan kebutuhan.
Namun, upaya memperluas inklusi keuangan melalui fintech masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain persoalan infrastruktur, tingkat literasi keuangan, serta kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan fintech.
Pembahasan mengenai peran fintech dalam mendorong inklusi keuangan ini disampaikan dalam dialog Sarah Ariantie bersama Fung Fuk Lestario dalam program Profit, CNBC Indonesia, Selasa (25/11/2025).

