Nakhon Ratchasima — Kontingen Indonesia mencatat capaian menonjol pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand dengan melampaui target awal 82 medali emas. Hingga Sabtu malam (24/1/2026), Indonesia telah mengumpulkan 101 medali emas.
Medali emas ke-82, yang menjadi penanda tercapainya target, diraih atlet para-bulu tangkis Leani Ratri Oktila melalui nomor tunggal putri SL4. Setelah itu, perolehan emas Indonesia terus bertambah dan mengangkat posisi kontingen ke peringkat kedua klasemen sementara.
Secara keseluruhan, Indonesia telah mengoleksi 101 emas, 103 perak, dan 88 perunggu. Dengan raihan tersebut, Indonesia unggul atas Malaysia yang berada di posisi ketiga.
Selain dari para-bulu tangkis, tim para-judo dan para-panahan Indonesia juga keluar sebagai juara umum di cabang masing-masing. Capaian itu mempertegas dominasi Indonesia dalam sejumlah nomor olahraga disabilitas pada ajang ini.
Di arena akuatik, hari pertandingan turut diwarnai pemecahan rekor. Perenang Jendi Pangabean memecahkan rekor gaya kupu-kupu miliknya sendiri. Sementara itu, tim estafet 4x100 meter gaya bebas putra mencatat rekor baru ASEAN Para Games dengan waktu 4 menit 17,08 detik.
Memasuki hari terakhir kompetisi, Indonesia masih berpeluang menambah medali. Delapan wakil dijadwalkan tampil di final para-bulu tangkis, termasuk tiga partai yang dipastikan mempertemukan sesama atlet Indonesia.

