SORONG — Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi), perusahaan fintech lending berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah timur Indonesia melalui partisipasinya dalam Fintech Lending Days 2025 di Sorong, Papua Barat Daya, pada 4 Agustus 2025.
Kegiatan yang digagas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan didukung OJK tersebut mengangkat tema “Menggerakkan Ekonomi Lokal, Sinergi UMKM di Indonesia Timur bersama Pindar.” Acara ini ditujukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat layanan pinjaman daring (Pindar) sebagai alternatif pendanaan formal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama Indodana Fintech Ronny Wijaya menilai edukasi yang merata menjadi fondasi penting bagi inklusi keuangan di seluruh Indonesia. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur menunjukkan tren positif, namun perlu diimbangi dengan akses pembiayaan yang aman dan terpercaya. “Literasi menjadi kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital secara bijak dan optimal,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Indodana Fintech menjalankan sejumlah agenda edukatif, antara lain kunjungan ke Universitas Victory Sorong, diskusi dengan pelaku UMKM lokal, serta dialog interaktif bersama media, termasuk RRI dan Tribun Sorong.
Selain edukasi, perusahaan juga melaksanakan program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan menyalurkan donasi serta perlengkapan seni dan sekolah untuk anak-anak di SD Advent Sorong, Kampung Wisata Sauwandarek, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat.
Menurut Indodana, langkah ini merupakan bagian dari pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pendidikan masyarakat. Partisipasi dalam Fintech Lending Days 2025 juga disebut sebagai upaya menjangkau ekosistem keuangan digital yang lebih luas, khususnya bagi UMKM yang menjadi penopang perekonomian daerah.
Melalui pendekatan yang inklusif, Indodana mendorong pemahaman publik agar memanfaatkan pinjaman online yang legal, aman, dan berizin OJK, sekaligus sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transformasi digital sektor keuangan nasional.

