BERITA TERKINI
IHSG Turun 1,37% Sepekan, Sentimen Geopolitik dan Rupiah Jadi Sorotan

IHSG Turun 1,37% Sepekan, Sentimen Geopolitik dan Rupiah Jadi Sorotan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sepekan 19–23 Januari 2026. Pelemahan tersebut dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari dinamika geopolitik hingga nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Sabtu (24/1/2026), IHSG turun 1,37% ke level 8.951,01 selama sepekan. Pada pekan sebelumnya, IHSG tercatat naik 1,5% dan berada di posisi 9.075,40.

Meski melemah secara mingguan, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan tersebut. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan IHSG ditutup pada posisi 9.134,70 pada Selasa, 20 Januari 2026.

Sejalan dengan pergerakan indeks, kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan. Kapitalisasi pasar merosot 1,62% menjadi Rp 16.244 triliun dari Rp 16.512 triliun pada pekan sebelumnya.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG selama sepekan disertai tekanan jual. Ia memperkirakan sentimen pasar dipengaruhi beberapa faktor, antara lain memanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat–Greenland serta ancaman pengenaan tarif impor terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana tersebut, meski situasinya disebut mulai mereda.

Selain itu, ketidakpastian membuat sebagian investor cenderung bersikap menunggu (wait and see) dan beralih ke aset yang dinilai minim risiko seperti emas. Perpindahan tersebut turut mendorong penguatan harga emas dunia hingga membentuk rekor tertinggi baru.