BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Melemah, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik Timur Tengah

Bursa Asia-Pasifik Melemah, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik Timur Tengah

Mayoritas pasar saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Jumat (27/3/2026), mengikuti pergerakan volatil di Wall Street sehari sebelumnya. Pelemahan terjadi di tengah ketidakpastian pesan terkait konflik Timur Tengah yang melibatkan pernyataan Presiden AS Donald Trump dan sikap Iran.

Trump memutuskan memperpanjang batas waktu serangan selama 10 hari hingga 6 April untuk memberi ruang negosiasi. Keputusan tersebut disebut diambil atas permintaan pemerintah Republik Islam Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Trump menyatakan penundaan itu diberikan sebagai imbalan atas 10 kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz sebagai “hadiah” dari Teheran. Melalui unggahan di Truth Social, ia menegaskan langkah itu dimaksudkan untuk membuka peluang penyelesaian diplomatik.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pembicaraan masih berlangsung dan berjalan sangat baik meski terdapat laporan berbeda dari media. Namun, Washington menyatakan ingin mengakhiri konflik lewat jalur negosiasi, sementara Teheran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat.

Di pasar komoditas, harga minyak sempat menguat pada Kamis sebelum akhirnya melemah seiring indikasi kemajuan menuju kesepakatan damai AS-Iran. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 1,3% ke US$93,29 per barel, sedangkan Brent ditutup di level US$108,01 per barel.

Di kawasan Asia, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,42% pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,9% dan Topix terkoreksi 0,4%.

Pasar Korea Selatan mencatat tekanan paling dalam, dengan Kospi anjlok 3% dan Kosdaq turun 1,5%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index berada di level 24.782, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.856,43.

Dari China, pelaku pasar menantikan rilis data laba industri untuk dua bulan pertama 2026 yang dinilai dapat memberi gambaran awal kondisi sektor manufaktur. Data ini menjadi perhatian di tengah persaingan ketat dan lemahnya permintaan.

Di sisi lain, bursa berjangka AS menguat seiring meredanya kekhawatiran lonjakan harga minyak. Kontrak futures Dow Jones Industrial Average naik 175 poin atau 0,4%, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing menguat hampir 0,4%.

Meski demikian, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. S&P 500 turun 1,7% dan mencatat penurunan harian terbesar sejak awal 2026, Nasdaq Composite jatuh 2,4% hingga masuk ke wilayah koreksi, sementara Dow Jones turun 1,01%.